
Bank Dunia Alokasikan Bantuan 52 Miliar Dolar

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk pinjaman, hibah, investasi ekuitas, dan jaminan untuk membantu pertumbuhan ekonomi, demikian rilis Bank Dunia yang diterima di Jakarta, Sabtu.
"Sejak saya bergabung dengan lembaga ini pada 2007, Grup Bank Dunia telah berkomitmen lebih dari 300 miliar dolar AS, kebanyakan untuk membantu negara-negara mengatasi krisis pangan dan ekonomi," kata Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick dalam siaran persnya.
Ia memaparkan, berbagai institusi dalam Grup Bank Dunia yang berkontribusi sebesar 52,6 miliar dolar AS untuk negara-negara berkembang pada tahun fiskal 2012, antara lain Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD) sebesar 20,6 miliar dolar AS dan Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) 14,7 miliar dolar AS.
Selain itu, institusi lainnya adalah Korporasi Pembiayaan Internasional (IFC) sebanyak 15 miliar dolar AS, dan Badan Jaminan Investasi Multilateral (MIGA) sebesar 2,3 miliar dolar AS.
Bank Dunia pada Juni 2012 juga menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang sebesar 5,3 persen setelah pada Januari 2012 memprediksi 5,4 persen.
Ia juga berpendapat, anggaran negara-negara berkembang dan bank sentral yang mereka miliki tidak sebaik saat krisis 2008/2009 memperlambat ekonomi mereka. "Kemampuan mereka untuk merespon dapat terhambat bila pembiayaan internasional menguap dan kondisi global memburuk dengan tajam," katanya.
Saat negara-negara berkembang menghadapi tantangan ekonomi yang kuat, ujar dia, Bank Dunia mendukung sebanyak 884 operasi untuk mempromosikan kesempatan dan pelayanan kepada kaum miskin, seperti meningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.
Sedangkan komitmen Bank Dunia dalam pertanian dan sektor terkait pada tahun fiskal 2012 diperkirakan mencapai 9,1 miliar dolar AS, atau melebihi proyeksi pinjaman dalam Rencana Aksi Pertanian Bank Dunia yaitu antara 6,2-8,3 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2010-2012.
"Bank Dunia terus terlibat dengan negara-negara guna meningkatkan strategi manajemen risiko dan menawarkan produk finansial yang dapat membantu mengurangi kerentanan mereka," katanya.
Ia mengemukakan, volume transaksi manajemen risiko yang dilakukan Bank Dunia atas nama negara klien mereka pada tahun ini untuk mengelola volatilitas kurs dan tingkat suku bunga diperkirakan 2,5 miliar dolar AS. Selain itu, Bank Dunia juga menyediakan jasa nasihat terkait manajemen hutang publik pada sekitar 40 negara.
Pewarta: -
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
