
Bupati Banyumas serahkan sapi kurban bantuan Presiden seberat 1,1 ton

Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerahkan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada Takmir Masjid Wakaf Al Istiqomah di Kauman Lama, Kelurahan Purwokerto Lor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.
Penyerahan sapi dengan bobot hampir 1,1 ton itu dilakukan di halaman Masjid Wakaf Al Istiqomah usai pelaksanaan Shalat Id dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah,
Ditemui usai penyerahan, ia mengatakan Kabupaten Banyumas pada Idul Adha 1447 H menerima dua ekor sapi kurban bantuan Presiden, satu ekor disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Banyumas, sedangkan satu ekor lainnya diberikan langsung ke pondok pesantren di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen.
“Yang diberikan lewat pemerintah daerah ini yang paling besar. Kalau yang di Sirau itu beratnya sekitar 800 kilogram,” katanya.
Ia mengatakan sapi kurban yang disalurkan melalui Pemkab Banyumas tersebut berasal dari peternak lokal Banyumas, sehingga sekaligus mendukung pemberdayaan peternak daerah.
Ia mengharapkan bantuan sapi kurban dari Presiden dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima di Banyumas.
“Bantuan ini mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk warga Banyumas yang berhak menerima,” katanya.
Ia mengharapkan Banyumas pada tahun mendatang kembali memperoleh bantuan hewan kurban dari Presiden dengan jumlah lebih banyak.
Ketua Takmir Masjid Wakaf Al Istiqomah Kauman Lama Wahyu Fauzi menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Pemerintah Kabupaten Banyumas atas bantuan sapi kurban tersebut.
“Semoga ini membawa keberkahan dan kemanfaatan untuk masyarakat di sekitar Masjid Wakaf Al Istiqomah maupun masyarakat Banyumas,” katanya.
Ia mengatakan panitia telah mendata sekitar 2.200 penerima daging kurban yang tersebar di sejumlah wilayah Banyumas.
“Proses penyembelihan hingga pengepakan daging (sapi kurban bantuan Presiden) dilakukan di rumah potong hewan (RPH),” katanya.
Masjid Wakaf Al Istiqomah pada Idul Adha tahun ini menerima total empat ekor sapi, termasuk bantuan Presiden serta delapan ekor kambing.
Ketua Panitia Kurban Masjid Wakaf Al Istiqomah Kauman Lama Shauf mengatakan distribusi daging kurban diprioritaskan untuk warga Kauman Lama yang meliputi tujuh RW dan 28 RT.
“Kauman Lama ini meliputi 28 RT. Kita titik beratkan pembagian ke situ, nanti sisanya baru ke luar wilayah,” katanya.
Berdasarkan informasi Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, sapi bantuan Presiden tersebut dibeli dari peternak berasal dari Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Achmad Ghaozi Alfatah.
Ditemui di sela penyerahan hewan kurban, Achmad Ghaozi Alfatah mengaku bersyukur karena ternaknya terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden.
“Saya bersyukur sekali ternak saya bisa dipilih untuk bantuan Bapak Presiden,” katanya.
Dia menyebut sapi berusia empat tahun yang dibeli dengan harga Rp128 juta tersebut, hasil perkawinan sapi jenis Limosin dengan Simental.
Akan tetapi, katanya, secara umum sapi tersebut lebih identik dengan jenis Limosin meskipun bulunya tidak berwarna merah keemasan semua karena terdapat warna putih di bagian kepala.
Ia mengatakan perbedaan sapi Limosin dan Simental terletak pada struktur tulang dan bentuk tubuh.
“Kalau Simental tulangnya besar-besar, sedangkan Limosin lebih halus dan kecil, tetapi lebih padat,” katanya.
Ia mengatakan sapi yang sebelumnya dibeli dari peternak di Surakarta tersebut dirawat selama lebih dari satu tahun di kandang peternakan Lembu Wijaya, Desa Pernasidi, dengan pola pakan dan perawatan khusus.
“Cara makannya memang berbeda dengan peternak lain karena ada ramuan sendiri. Diberi pakan hijauan dan tambahan konsentrat untuk menjaga pertumbuhan bobotnya," kata Achmad.

Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
