
Jateng matangkan persiapan MTQ Nasional 2026

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mematangkan koordinasi teknis jelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen bertemu dengan Menko PMK Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu, untuk memastikan penyelenggaraan MTQ yang akan digelar di Kota Semarang pada September 2026 mendatang berjalan dengan lancar.
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan bahwa tahapan persiapan penyelenggaraan MTQ 2026 telah berjalan sejak awal tahun.
Saat ini, aspek administratif seperti Surat Keputusan (SK) kepanitiaan, penentuan tema, hingga penyelesaian logo dan maskot sudah tuntas.
"Tahapan kita sudah semakin matang. Tempat, logo, dan tema sudah disepakati. Bulan April ini kita mulai proses penentuan event organizer yang akan melaksanakan kegiatan," katanya.
Meski persiapan teknis di daerah berjalan lancar, ia menekankan pentingnya intervensi pusat terkait aksesibilitas dari masing-masing lokasi acara karena terdapat 13 arena yang seluruhnya berpusat di Kota Semarang.
Ia meminta Kemenko PMK mengoordinasikan penambahan frekuensi penerbangan ke Bandara Ahmad Yani dengan Kementerian Perhubungan, serta dukungan armada transportasi dari Kementerian PUPR.
"Kami butuh koordinasi terkait akses penerbangan bagi kafilah dari berbagai provinsi agar lebih mudah menjangkau Jawa Tengah. Selain itu, dukungan armada untuk mobilisasi antar 13 venue juga penting," katanya.
Menko PMK Pratikno menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memberikan dukungan penuh dan koordinasi lintas kementerian akan diperkuat untuk memastikan kebutuhan logistik dan infrastruktur terpenuhi.
"Pokoknya kita dukung penuh. Urusan seperti ini, mulai dari haji, mudik, hingga PON, kami sudah biasa mengoordinasikan dukungannya. Apalagi ini di Semarang, wilayahnya sudah menyatu dengan Solo dan Jogja, sehingga akses akomodasi sangat fleksibel," katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito menjelaskan rapat itu menjadi pijakan untuk menyinkronkan data daerah dengan kebijakan pusat.
Ia menyoroti skala peserta yang sangat besar sebagai tantangan logistik utama, mengingat peserta yang diperkirakan mencapai sekitar 8.000 orang.
Menurut dia, mobilitas ribuan peserta dari seluruh provinsi menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang, memerlukan intervensi khusus pada sektor transportasi udara.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan adanya penambahan jumlah penerbangan (extra flight) menuju Semarang," katanya.
Selain itu, ia mengungkapkan rencana pemerintah untuk melibatkan sektor korporasi negara dalam menyemarakkan dan mendukung teknis acara.
"Kami akan mencoba mengoordinasikan dukungan dari BUMN-BUMN strategis. Daya tarik Jawa Tengah sangat tinggi," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
