
Hindari mudik sore hari antisipasi hujan di Jateng

Semarang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemudik untuk menghindari waktu mudik pada sore hari guna mengantisipasi terjebak hujan yang masih berpotensi di wilayah Jawa Tengah (Jateng).
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo, di Semarang, Kamis, mengatakan secara umum wilayah Jateng telah melewati puncak musim hujan.
Namun, kata dia, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.
"Secara umum di Jawa Tengah sudah melewati puncak musim hujan. Hujan yang terjadi biasanya ringan hingga sedang, meskipun sesekali bisa cukup deras dengan durasi singkat," katanya.
Ia menjelaskan kondisi cuaca tersebut relatif merata di berbagai wilayah, baik di kawasan Pantai Utara (Pantura) wilayah selatan, maupun kawasan pegunungan di bagian tengah Jateng.
Menurut dia, pada masa peralihan musim seperti saat ini umumnya hujan terjadi pada siang hingga menjelang sore hari, sehingga pemudik disarankan mengatur waktu perjalanan lebih awal.
"Jika berkendara pada pagi hingga siang hari relatif lebih aman, karena peluang hujan biasanya meningkat menjelang sore," katanya.
Ia juga mengingatkan pemudik agar tetap waspada saat melintas di jalur pegunungan dan dataran tinggi karena potensi hujan di wilayah tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.
"Untuk wilayah Pantura, tengah, dan selatan, relatif aman. Namun kewaspadaan perlu ditingkatkan saat melintasi jalur pegunungan, karena potensi hujan biasanya lebih tinggi," katanya.
Selain pemudik, masyarakat yang berencana berwisata selama libur Lebaran, juga diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca, terutama di kawasan wisata alam.
Ia menyampaikan adanya potensi cuaca ekstrem bersifat lokal, khususnya di daerah bantaran sungai atau lokasi wisata air, yang hulunya berada di kawasan pegunungan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama di wisata air dan daerah aliran sungai. Selalu perbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas," katanya.
BMKG juga meminta masyarakat aktif memantau informasi prakiraan cuaca terkini melalui berbagai platform resmi, seperti Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat.
Kemudian System of Interactive Aviation Meteorology (Inasiam) untuk penerbangan, serta Indonesia Weather Information for Shipping (Inawis) untuk aktivitas maritim.
"Platform ini dapat diakses melalui website tanpa harus mengunduh aplikasi, sehingga memudahkan masyarakat memperoleh informasi cuaca secara cepat," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
