
Wali Kota Semarang: harga cabai rawit melambung tinggi

Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menemukan harga cabai rawit yang melambung tinggi saat melakukan kegiatan pemantauan harga di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern.
"Yang melejit tinggi sekali itu cabai rawit. Kalau di sini istilahnya cabai setan itu sampai Rp100.000 per kilogram, padahal HET-nya (harga eceran tertinggi) itu cuma Rp78.000," katanya di Semarang, Rabu.
Setidaknya ada tiga pusat perbelanjaan yang ditinjau, yakni Pasar Peterongan, Pasar Karangayu, serta pasar modern yang berada di kawasan Sriwijaya Semarang.
Ia juga menemukan selisih harga yang terpaut lumayan antara pasar tradisional dan pasar modern untuk komoditas telur ayam.
"Ini juga fenomena telur. Di sini (pasar modern, red.) harganya Rp28.000 per kg. Selisih Rp1.000-2.000 dengan pasar (tradisional, red.)," katanya.
Menurut dia, selisih harga komoditas yang cukup mencolok antara pasar tradisional dan modern dikhawatirkan bisa mematikan pasar tradisional secara perlahan.
"Walaupun konsumen boleh memilih ke mana mereka akan berbelanja. Tetapi, tadi khusus telur itu harganya jauh lebih murah yang ada di sini, di pasar modern," katanya.
Sedangkan harga sejumlah komoditas pokok strategis lainnya, seperti beras terpantau masih stabil, baik di pasar tradisional maupun modern.
Menyikapi mulai meningkatnya harga komoditas tertentu, kata dia, Pemerintah Kota Semarang akan melakukan upaya intervensi melalui Dinas Ketahanan Pangan, salah satunya melalui pasar murah.
"Pemerintah kota itu punya pasar murah berkeliling di setiap wilayah kelurahan dan kecamatan bekerja sama dengan berbagai macam 'stakeholder' yang ada di Kota Semarang. Tujuannya adalah untuk menekan laju inflasi," katanya.
Ia mencontohkan seperti temuan kenaikan harga cabai di beberapa pasar yang sudah tinggi maka akan segera dilakukan intervensi.
"Maka kemudian kita akan melakukan intervensi di titik-titik di dekat dengan pusat perbelanjaan. Karena fluktuasi harga akan sangat terlihat di situ. Kalau di pasar saja tadi cabai bisa Rp100.000, sampai di pedagang eceran jadi berapa?" katanya.
Baca juga: Pemkot berencana tambah bus listrik untuk Trans Semarang
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
