Logo Header Antaranews Jateng

Assalaam Observatory jadi host utama pengamatan nasional Gerhana Bulan Total

Selasa, 3 Maret 2026 21:40 WIB
Image Print
Seorang siswa mengamati gerhana bulan di Assalaam Observatory di Pabelan, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Assalaam Observatory menjadi host utama pengamatan nasional Gerhana Bulan Total di Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa.

“Hari ini kami berusaha menggapai untuk mendapatkan cahaya gerhana bulan total di Observatorium Assalaam. Namun hujan dari tadi siang, langit tidak terbuka, sehingga pengamatan belum menghasilkan hasil foto atau video,” kata Pakar astronomi dari Observatorium Pondok Pesantren Assalam Sukoharjo AR Sugeng Riyadi.

Pada pengamatan gerhana bulan total tersebut, pihaknya mengoordinasikan laporan dari enam titik observasi strategis, yaitu Assalaam Observatory, Observatorium SD Muhammadiyah An-Najah, Jatinom Klaten, Observatorium PonPes MTA, Karanganyar, Observatorium Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an, Menawan Kudus, Observatorium PonPes Al-Islam Joresan, Ponorogo, dan Observatorium PonPes Maskumambang, Gresik.

“Namun kesimpulannya di lima jaringan yang lain juga tidak ada yang bisa menghasilkan foto maupun video,” katanya.

Ia mengatakan gerhana bulan biasanya terjadi 1-2 kali dalam kurun waktu satu tahun.

“Untuk tahun ini ada di sekitar kita sampai Afganistan. Durasinya sekitar satu jam, dari Magrib sampai pukul 19.00 WIB,” katanya.

Sementara itu, paralel dengan pengamatan sains, aspek ibadah juga dilaksanakan dengan khidmat di Masjid PPMI Assalaam. Salat Gerhana diikuti oleh sekitar 2.100 santri di pondok pesantren tersebut.

Salat Gerhana (Khusuf) dipimpin oleh Ust. M. Faisal Rabbani S.Pd. sebagai Imam, diikuti dengan khutbah dari Ust. Ammar Ali Shahbal, S.Ag.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata integrasi sains dan agama. Ketika teleskop kami terhalang mendung, keyakinan kami melalui Hisab tetap teguh bahwa ayat Allah sedang bekerja di balik awan,” pesan yang tersirat dalam kegiatan malam ini.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026