Logo Header Antaranews Jateng

GoTo tingkatkan alokasi bonus Hari Raya 2026

Selasa, 3 Maret 2026 21:00 WIB
Image Print
Kegiatan driver Gojek di Jakarta, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Gojek

Solo (ANTARA) - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk meningkatkan alokasi Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan Tahun 2026 kepada mitra driver Gojek roda dua dan roda empat.

Melalui keterangan yang diterima di Solo, Jawa Tengah, Selasa, kenaikan Bonus Hari Raya Keagamaan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan kepada mitra yang menjadikan platform Gojek sebagai sumber pendapatan utama maupun tambahan, serta berkomitmen menjaga kualitas layanan yang baik
kepada pelanggan.

Direktur Utama/ CEO GoTo Hans Patuwo mengatakan Bonus Hari Raya ini bukan sekadar bentuk dukungan finansial, tetapi juga wujud semangat kekeluargaan yang selalu dijaga perusahaan.

“Kami bersyukur para Mitra terus mempercayakan Gojek dan GoTo sebagai tempat memperoleh pendapatan dan tumbuh bersama. Dengan semangat ini, kami menyalurkan BHR sebagai bentuk apresiasi GoTo atas kontribusi mitra dalam menjaga kualitas serta keandalan
layanan kepada pelanggan dalam 12 bulan terakhir, dengan tetap mempertimbangkan
kemampuan perusahaan,” katanya.

Di BHR 2026, total alokasi anggaran yang disiapkan Perseroan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp50 miliar di tahun 2025 menjadi Rp110 miliar tahun ini.

Selain itu, untuk kategori dengan nominal terendah, besaran BHR meningkat sebesar
3-4 kali lipat, dari sebelumnya Rp50.000 di tahun 2025, kini menjadi Rp150.000 untuk mitra roda dua dan Rp200.000 untuk mitra roda empat di tahun ini.

BHR merupakan bentuk apresiasi dan semangat kekeluargaan GoTo dalam mendukung mitra driver untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, berbeda dengan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagaimana untuk pekerja formal.

Dalam penetapan penerima, GoTo tetap berfokus pada prinsip keberimbangan berdasarkan kategori/level mitra driver yang tertera di Aplikasi Gojek Driver (aplikasi mitra) agar proses penyaluran dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Beberapa kriteria tersebut mencakup tingkat penggunaan platform Gojek sebagai sumber pendapatan utama atau tambahan
(diukur melalui jam online), serta kualitas pelayanan yang diukur melalui tingkat penerimaan dan penyelesaian order.

“Kami memahami perjalanan setiap mitra berbeda, ada yang dapat aktif penuh selama 12 bulan, ada pula yang sempat beristirahat karena kondisi kesehatan atau tanggung jawab keluarga. Oleh karena itu, tahun ini kami merancang penyempurnaan kategori penerima BHR berdasarkan pemahaman mendalam terhadap dinamika dan tantangan di lapangan. Dengan
pendekatan ini, BHR diharapkan dapat disalurkan secara lebih adil dan transparan,” katanya.

Sementara itu, BHR sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagaimana diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beserta Menteri
Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Bonus Hari
Raya ini telah dilakukan dengan komunikasi intensif dengan para aplikator.

“Alhamdulillah komitmen kuat dari para aplikator juga diwakili dengan yang hadir pada pagi hari ini. Untuk tahun 2026, BHR akan diberikan kepada lebih dari 850.000 mitra penerima dengan nilai total
sekitar Rp220 miliar,” katanya.

Airlangga menambahkan bahwa GoTo mengalokasikan anggaran Rp100-110 miliar di tahun ini, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp50 miliar.

Adapun GoTo BHR tahun ini akan diterima oleh 400.000 mitra di tiap platform.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026