
Bulog Magelang menargetkan serap 62.690 ton setara beras dari petani

Magelang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Magelang, Jawa Tengah, menargetkan penyerapan gabah dan beras milik petani di wilayah Kedu dengan jumlah 62.690 ton setara beras selama tahun 2026.
Pimpinan Bulog Cabang Magelang Ihsan Sura Adilaga di Magelang, Senin, mengatakan penyerapan gabah dan beras pada tahun 2026 ini sudah mulai dilakukan di beberapa wilayah yang sudah memasuki musim panen.
"Meski puncak panen di wilayah kami yang meliputi Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo dan Kebumen itu diperkirakan terjadi bulan Februari dan Maret tahun 2026, namun di awal tahun ini kami sudah mulai melakukan penyerapan," katanya.
Ia menyebutkan pada tahun 2026 Bulog Magelang memiliki target penyerapan gabah sebanyak 56.738.190 kilogram, target penyerapan beras sebanyak 33.867.889 kilogram, ataupun total setara beras sebanyak 62.690.891 kilogram.
"Untuk di wilayah kami yang sudah mulai panen itu ada di daerah Kabupaten Kebumen, sedangkan Kabupaten Magelang baru beberapa spot kecil," katanya.
Ia mengatakan, hingga Minggu ketiga bulan Januari 2026 ini Bulog Magelang telah menyerap gabah sebanyak 525.604 kilogram, kemudian beras 649.460 kilogram atau setara beras 916.457 kilogram.
"Untuk penyerapan gabah kering panen yang telah memasuki usia panen kami beli dengan harga masih sama di tahun 2025 yaitu Rp6.500/kg, dan untuk beras medium PSO seharga Rp12.000/kg," katanya.
Perum Bulog Kantor Cabang Magelang juga telah mempersiapkan sarana pengeringan maupun gudang penyimpanan. Mengingat tingginya curah hujan ini berpengaruh pada kualitas gabah karena tingginya kadar air.
"Kami akan memaksimalkan pengeringan gabah menggunakan alat box dryer sebelum digiling, agar kualitas beras tetap bagus," katanya.
Baca juga: Bulog Banyumas memperkuat stabilisasi harga beras jelang Lebaran
Pewarta : Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
