
Pemkab Kudus gelar latihan gabungan untuk relawan destana

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar latihan gabungan relawan desa tangguh bencana (destana) dengan melibatkan relawan dari 132 desa/kelurahan di Kudus, sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kemampuan relawan dalam penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.
"Latihan ini merupakan wujud keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya banjir," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat membuka kegiatan yang dipusatkan di Bendungan Logung, Kamis.
Menurut dia kesiapsiagaan seluruh elemen sangat diperlukan agar dapat merespons dengan cepat ketika terjadi bencana. Salah satu wujudnya dilakukan melalui latihan para relawan destana.
Ia juga mengapresiasi BPBD, relawan, destana, serta seluruh pihak yang selama ini berdedikasi dalam mitigasi dan penanggulangan bencana.
Menurut dia penguatan budaya aman bencana harus dimulai dari lingkungan desa, dan destana diharapkan menjadi role model dalam upaya tersebut.
"Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Destana harus menjadi penggerak budaya aman bencana dalam aktivitas keseharian," ujarnya.
Ia juga menyampaikan berbagai upaya pencegahan terus dilakukan bersama Wakil Bupati Bellinda Birton, antara lain normalisasi sungai yang dikerjakan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana dan Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, logistik di BPBD juga dipastikan aman dan siap digunakan, termasuk kesiapan lokasi pengungsian.
Dari 132 desa/kelurahan di Kabupaten Kudus, sekitar 70 persen telah berstatus destana, sementara sisanya masih dalam proses pembentukan dan ditargetkan akhir 2025 selesai semua.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko menyampaikan latihan gabungan ini mengacu pada Peraturan Kepala BNPB tentang pembentukan destana sekaligus menjadi sarana peningkatan kompetensi relawan.
"Kita latih mulai dari animal rescue, vertical rescue, water rescue, pendirian tenda, dapur umum, hingga P3K. Rata-rata tiap desa ada 30 relawan yang dilatih," ujarnya.
Menghadapi musim hujan, menurut dia BPBD Kudus telah melaksanakan apel kesiapsiagaan, pengecekan peralatan, SDM, hingga logistik. Sejak Januari 2025, sekitar 30 aliran sungai sudah dan sedang dinormalisasi bersama BBWS serta Dinas PUPR.
BPBD juga telah memetakan titik rawan banjir serta lokasi pengungsian di sejumlah kecamatan seperti Jati, Kaliwungu, Undaan, dan Mejobo. Selain itu, kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran secara massal akan digencarkan, termasuk agenda serentak pada Sabtu mendatang di titik-titik kritis.
"Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis Kabupaten Kudus siap menghadapi segala kemungkinan bencana," ujarnya.
Latihan gabungan destana ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam sekaligus memperkuat koordinasi antar elemen di daerah.
Baca juga: Tim SAR menemukan satu korban bencana longsor Banjarnegara hari ke empat
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
