Semarang (ANTARA) - Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengajak kalangan generasi Z untuk menjaga kerukunan, mengedepankan toleransi dan nilai-nilai kepahlawanan, termasuk menghindari perundungan.
"Nilai kepahlawanan bagi Gen Z adalah bagaimana menyayangi dan memahami kepada sesama," katanya, saat upacara Peringatan Hari Pahlawan 2025 di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin.
Apalagi, kata dia, gen Z saat ini dipersiapkan untuk menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045.
Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk mengingat kembali jasa-jasa pahlawan, yang sudah mengorbankan harta, pikiran, dan nyawa.
Menurut dia, para pahlawan tersebut hendaknya jadi panutan dan teladan dalam perjuangan untuk negeri ini.
"Perjuangan di era sekarang ini berbeda, ada yang di pemerintahan berjuang dengan melaksanakan amanah untuk melayani masyarakat dengan baik," katanya.
Begitu pun pedagang, petani,dan pejuang lainnya, kata dia, yang berjuang untuk menjaga ketahanan pangan.
Pada Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Provinsi Jateng Tahun 2025, bertindak selaku inspektur upacara adalah Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng Siswanto.
Ia membacakan amanat Menteri Sosial Syafullah Yusuf yang menekankan tiga hal yang harus diteladani dari para pahlawan, yaitu kesabaran, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan.
"Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan," katanya.
"Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan," lanjutnya.
Kedua, kata dia, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.
Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, dan tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah.
Para pahlawan juga memiliki pandangan jauh ke depan, yang berjuang untuk generasi yang akan datang, dengan menjadikan perjuangan sebagai bagian dari ibadah.
"Semangat harus terus dihidupkan melalui Asta Cita dengan memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya," pungkasnya.

