Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, menyatakan kesiapan untuk memperkuat kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah berjalan di berbagai desa.
"Pemkab Kudus saat ini sedang mengakselerasi berbagai langkah strategis guna memperkuat perekonomian berbasis desa. Salah satunya melalui sinergi antara BUMDes, KDMP dan Program MBG, agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat melaksanakan koordinasi Program KDMP di Kantor Kementerian Koperasi Jakarta Selatan, Jumat, sebagaimana keterangan diterima di Kudus, Jumat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, dan Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi beserta jajaran.
Dari Kabupaten Kudus turut hadir Ketua DPRD Kudus Mas'an, Anggora DPRD Kudus, Asisten Sekda, serta Kepala OPD terkait yang bersama-sama membahas arah kebijakan dan kolaborasi pengembangan koperasi desa ke depan.
Selain melalui sinergi dengan BUMDes, maupun Program MBG, agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, kata dia, Pemkab Kudus juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta.
Di antaranya bersinergi dengan perusahaan besar seperti PT Djarum dan PT Pura yang juga memiliki koperasi karyawan.
"Dengan dukungan lintas sektor, kami optimistis pertumbuhan ekonomi Kudus akan semakin kuat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Langkah kolaboratif tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi desa serta memperkuat jejaring usaha lokal yang mampu berdaya saing dan berkelanjutan.
Selain itu, Sam'ani menyebutkan pemkab juga tengah memanfaatkan bangunan sekolah hasil regrouping yang sudah tidak digunakan lagi untuk dijadikan sekretariat atau gudang koperasi, sehingga sarana tersebut tetap produktif dan bermanfaat bagi pengembangan ekonomi lokal.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam arahannya mengapresiasi inisiatif dan progres KDMP di Kabupaten Kudus.
Koperasi kini tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga ekonomi kecil di pedesaan, tetapi sebagai motor penggerak utama perekonomian lokal.
"Dulu koperasi hanya dipandang dari sisi kelembagaan. Namun sekarang, melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, masyarakat desa menjadi subjek ekonomi yang aktif. Koperasi berperan memperpendek rantai pasok, menekan harga, dan menggerakkan perputaran ekonomi di tingkat desa," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan kolaborasi lintas level pemerintahan.
"Kami menyiapkan koperasi yang sudah ada agar bisa berintegrasi dengan koperasi desa. Ini bukan hanya tentang mendirikan koperasi baru, tapi juga menguatkan yang telah berjalan," katanya
Tujuan utamanya, lanjut dia, menjaga swasembada pangan dan memutus rantai pasok agar masyarakat desa benar-benar merasakan manfaat ekonomi.
Baca juga: Menu MBG di SLB Negeri Kudus disesuaikan kebutuhan siswa difabel

