Logo Header Antaranews Jateng

Membatik di balik jeruji jadi aksi Women Support Women oleh Srikandi PLN

Kamis, 23 Oktober 2025 09:31 WIB
Image Print
Kegiatan membatik oleh narapidana wanita di LAPAS Wanita Kelas II Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-PLN

Solo (ANTARA) - Menyalurkan semangat hari Pahlawan, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta melalui Komunitas Srikandi PLN Bersama PLN Peduli memberikan pelatihan dan bantuan peralatan membatik bagi narapidana wanita melalui kegiatan bertajuk Women Support Women, Batik Jeruji “dari Balik Jeruji, Tercipta Karya Negeri” di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Wanita Kelas II A Semarang.

Srikandi PLN mengajak para narapidana wanita agar mampu bangkit dan mandiri setelah masa pemasyarakatan berakhir serta berdaya ketika kembali ke masyarakat. Sejumlah 20 orang warga binaan pemasyarakatan yang masih berusia produktif mengikuti pelatihan membatik ini selama 22 hari kerja.

Kegiatan dimulai dari pelatihan dasar hingga pewarnaan alam, dengan narasumber pembatik Sri Suharti, yang merupakan Founder Chilomita batik dan Heno yang merupakan Founder Batik Zee.

PLN UID Jateng & D.I. Yogyakarta juga memberikan bantuan 38 jenis peralatan membatik seperti kain batik mori, kompor batik, canting tembaga, malam batik tulis, meja cap, gawangan batik, dan beberapa bantuan lainnya melalui program PLN Peduli.

Wali Kota Semarang yang hadir diwakili PJ Sekretaris Daerah Kota Semarang Budi Prakosa mengungkapkan apresiasinya atas program pemberdayaan yang di inisiasi Srikandi PLN kepada para LAPAS Wanita Kelas II Semarang.

“Terima kasih atas kegiatan kolaboratif Srikandi PLN yang telah memberikan perhatian, melakukan pembinaan dan membantu mengembangkan bakat keterampilan membatik khususnya di LAPAS Wanita Kelas II Semarang. Ini bukan sekadar keterampilan namun juga mengajarkan budi pekerti dan kesabaran dari proses membatik,” ungkapnya.

Budi Prakosa juga menambahkan harapannya kegiatan dari pemberian pelatihan dan bantuan dari PLN seperti ini dapat dijangkau lebih luas kepada masyarakat.

“Kami juga berharap program-program pembinaan dan pelatihan membatik yang baik seperti saat ini dapat masuk ke para perajin batik oleh PLN dan Srikandi PLN untuk membantu menggerakan roda ekonomi masyarakat di kampung-kampung batik maupun UMKM sekitar,” imbuhnya.

Apresiasi tinggi juga diberikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil DJP) Jawa Tengah melalui Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Muhammad Sanni.

“Jajaran kantor DJP Jawa Tengah mengucapkan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada PLN melalui Srikandi PLN atas kepedulian dan bimbingan nyata dari program bantuan dan pembinaan di LAPAS kelas II Semarang. Program pembinaan kemandirian ini sejalan dengan misi kemasyarakatan untuk menyiapkan warga binaan menjadi manusia seutuhnya setelah masa pemasyarakatan selesai,” ujarnya.

General Manager UID Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta Bramantyo Anggun Pambudi ditemui dalam tempat terpisah mengatakan kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara PLN, Srikandi PLN, Lembaga Pemasyarakatan dan masyarakat dalam menghidupkan kembali warisan budaya batik sebagai kebanggaan Indonesia.

“Batik bukan sekadar kain, tetapi juga simbol ketekunan, kesabaran, dan keindahan yang lahir dari proses, sama seperti perjalanan hidup yang selalu memberi kesempatan kedua bagi siapa pun yang mau berusaha. Semoga sinergi antara PLN dan Lembaga Pemasyarakatan ini dapat terus berlanjut, menjadi inspirasi, serta membuka lebih banyak ruang bagi perempuan untuk berkarya tanpa batas,” katanya.

Bersama Srikandi PLN dan PLN Peduli, momentum Semangat Hari Pahlawan ini dapat menjadi pilar bahwa cahaya tidak hanya datang dari energi tetapi juga dari niat dan kepedulian antar sesama.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026