
Berjualan donat demi keluarga, Musringatun syukuri hadirnya JKN

Kebumen (ANTARA) - Di tengah keterbatasan ekonomi, Musringatun (35), warga Dukuh Widoropayung RT 06/RW 03, Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, tetap berjuang demi keluarganya.
Setiap hari, ia membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan berjualan donat milik orang lain. Ia baru bisa pulang ketika seluruh dagangannya habis terjual.
Musringatun merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut, mengingat penghasilan keluarga yang tidak menentu dan bergantung pada pekerjaan serabutan sang suami.
“Dengan kondisi seperti ini, JKN sangat membantu kami. Jadi kalau ada yang sakit, kami tidak terlalu khawatir soal biaya,” ujar Musringatun. Ia memiliki tiga orang anak yang masing-masing berusia 14 tahun, 7 tahun, dan 3,5 tahun.
Di masa tumbuh kembang anak-anaknya, kebutuhan akan layanan kesehatan menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Musringatun mengaku cukup sering memanfaatkan layanan JKN untuk berobat ketika anak-anaknya mengalami keluhan kesehatan ringan seperti batuk, pilek, maupun demam.
“Alhamdulillah selama ini hanya rawat jalan saja, dan semuanya ditangani dengan baik. Anak-anak bisa kembali sehat,” tuturnya. Bagi Musringatun, kehadiran JKN tidak hanya memberikan kemudahan akses layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman. Ia merasa lebih tenang karena tidak perlu lagi khawatir apabila sewaktu-waktu ada anggota keluarga yang jatuh sakit.
Ia juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan saat menggunakan JKN. Menurutnya, petugas kesehatan selalu melayani dengan ramah, cepat, dan memberikan penjelasan yang jelas terkait kondisi pasien serta langkah perawatan lanjutan di rumah. “Setiap berobat, selalu dijelaskan dengan baik. Kami jadi paham apa yang harus dilakukan setelahnya,” katanya.
Tak hanya itu, Musringatun juga bersyukur karena selama menjadi peserta JKN, dirinya tidak pernah dikenakan biaya tambahan. Seluruh kebutuhan pengobatan ditanggung sesuai ketentuan. “Selama ini saya tidak pernah bayar. Tidak ada tambahan biaya sama sekali. Sangat meringankan bagi keluarga seperti kami,” ungkapnya.
Sebagai peserta PBI, Musringatun berharap Program JKN dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. “Semoga JKN terus ada dan bisa membantu lebih banyak orang seperti kami. Program ini sangat berarti,” ucapnya penuh harap.
Kisah Musringatun menjadi gambaran nyata bahwa Program JKN tidak hanya memberikan perlindungan kesehatan, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi masyarakat pekerja sektor informal yang rentan terhadap risiko finansial akibat masalah kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan terus berkomitmen memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang memadai melalui Program JKN. “BPJS Kesehatan secara aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan seluruh masyarakat terdaftar sebagai peserta JKN, termasuk masyarakat kurang mampu. Hal ini dilakukan melalui optimalisasi segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung oleh pemerintah,” jelas Dina.
Ia menambahkan, upaya ini didukung dengan pemanfaatan data sosial ekonomi yang terintegrasi, sehingga penetapan peserta PBI dapat lebih tepat sasaran. Melalui proses verifikasi dan validasi yang dilakukan secara berjenjang oleh pemerintah, masyarakat yang berada pada kelompok kesejahteraan terbawah dapat diprioritaskan untuk mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna memastikan keberlangsungan kepesertaan tetap aktif, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban dalam Program JKN. Dengan langkah tersebut, diharapkan seluruh peserta dapat mengakses layanan kesehatan secara optimal.
Pewarta: Cahyunarni
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
