Logo Header Antaranews Jateng

Senyum anak Kutawaru warnai program Makan Bergizi Gratis PWP Kilang Cilacap

Jumat, 19 September 2025 18:11 WIB
Image Print
Anak-anak SDN 05 Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2025), menikmati makanan bergizi dalam proram Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap. ANTARA/HO-Kilang Cilacap
Program MBG bukan sekadar memberi makanan, juga semangat, perhatian, serta harapan agar anak-anak tumbuh sehat dan cerdas

Bagi Supinah, program sederhana ini sejatinya merupakan investasi jangka panjang. Sebab anak-anak yang sehat dan gembira akan tumbuh menjadi generasi yang lebih percaya diri, produktif, dan siap bersaing.

Program MBG juga sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Di antaranya tujuan kedua, zero hunger atau tanpa kelaparan, serta tujuan ketiga, good health and well-being atau kehidupan sehat dan sejahtera.

Keduanya menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang. Dengan langkah konkret seperti MBG, PWP dan Kilang Cilacap berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan global sekaligus memberi dampak langsung di tingkat lokal.

Di balik hidangan bergizi yang dibagikan, tersimpan pesan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan dengan cara sederhana. Anak-anak tidak hanya kenyang, juga merasa diperhatikan. Tawa mereka menjadi penanda bahwa kepedulian kecil mampu memberi arti besar.

Farika menegaskan, Program MBG bukanlah kegiatan sekali jalan. Di SDN 05 Kutawaru saja, program ini akan dilaksanakan sebanyak dua kali. Ke depan, PWP juga berupaya memperluas jangkauan ke sekolah lain di sekitar Cilacap.

“Ini bagian dari komitmen kami, bahwa anak-anak adalah masa depan bangsa. Mereka perlu mendapat perhatian sejak dini, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan,” ujarnya.

Kenangan yang membekas

Siang itu, setelah paket makanan dibagikan, halaman sekolah mendadak hening sejenak. Anak-anak sibuk menyantap makanan dengan lahap, sebagian masih saling bercanda, sementara guru-guru tersenyum menyaksikan pemandangan yang jarang mereka temui.

Seorang siswa kelas 4 tampak begitu gembira ketika memegang buah pisang dan susu kotak. "Enak sekali, Bu, biasanya tidak ada," ucapnya polos. Ucapan sederhana itu cukup menggambarkan betapa istimewanya momentum tersebut bagi mereka.

Baca juga: Kolaborasi efisiensi energi di Kilang Cilacap, menjawab tantangan masa depan

Bagi para guru, MBG bukan hanya soal gizi, juga membangun memori positif dalam diri anak-anak. Bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, juga ruang kebahagiaan. Bahwa ada pihak lain di luar keluarga dan guru yang peduli pada mereka.

Melalui Program MBG, PWP dan Kilang Cilacap berhasil menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu membutuhkan konsep rumit. Sebuah piring makanan sehat yang disajikan dengan cinta dapat menyalakan semangat baru bagi anak-anak.

Lebih dari itu, program ini memberi contoh bagaimana kolaborasi antara perusahaan, organisasi sosial, sekolah, dan masyarakat bisa berjalan harmonis. Semua pihak memiliki peran dalam memastikan generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter.

Setelah kegiatan belajar di sekolah berakhir, anak-anak kembali ke rumah masing-masing dengan wajah sumringah. Beberapa masih menenteng buah yang belum habis dimakan. Senyum mereka menjadi simbol sederhana bahwa kebaikan selalu meninggalkan jejak, bahkan dalam hal sekecil sepotong roti atau segelas susu.

Seperti itulah makna Program MBG: sederhana dalam wujud, namun besar dalam dampak. Senyum tulus anak-anak Kutawaru menjadi bukti bahwa kepedulian kecil hari ini adalah investasi besar bagi masa depan bangsa.

Baca juga: Bank Sampah Abhipraya binaan Kilang Cilacap studi tiru ke TPST Rawalo
Baca juga: Kilang Cilacap gelar Safety Leadership Program bagi tenaga alih daya
Baca juga: Kilang Cilacap raih juara 1 pada karnaval mobil hias HUT Ke-80 RI



Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026