Solo (ANTARA) - Sebanyak tujuh kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Akademi Dai Digital Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Surabaya, 30–31 Agustus 2025.
Tujuh orang tersebut yakni Muhammad Thoriq Alfarizi, Dava Agus Pratama Putra, Muhammad Iqbal, Aulia Aldi Perabowo, Gandi Teguh Ardiansyah, M Nur Isholatuddin, dan Rizki Aditya Thihurua.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi Selatan.
Muhammad Thoriq Alfarizi mengatakan kehadiran kader IMM Pondok Shabran ini menunjukkan komitmen Pondok Shabran dalam menyiapkan kader dai digital Muhammadiyah.
“Kami disiapkan untuk berdakwah melalui media sosial dan ruang digital dengan konten mencerahkan serta sesuai dengan nilai Islam berkemajuan,” katanya.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. KH. Sa’ad Ibrahim mengatakan pemanfaatan teknologi digital untuk dakwah merupakan sebuah keharusan.
“Teknologi digital adalah karya manusia. Jangan sampai kita diperbudak oleh karya kita sendiri. Posisi kita tetap sebagai khalifah yang memanfaatkan teknologi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Menggunakan teknologi digital untuk dakwah adalah fardhu ‘ain. Dakwah kita harus hadir di ruang-ruang yang kini paling banyak diakses manusia,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin menekankan pentingnya mengisi ruang digital dengan nilai-nilai positif.
“Kalau kita tidak mewarnai dunia digital dengan konten positif, maka ruang itu akan dipenuhi hal-hal negatif, mulai dari pornografi hingga ujaran kebencian. Minimal jari-jari kita bergerak di gadget untuk berdakwah. Kalau majelis tabligh berdakwah lewat mimbar, maka dai digital berdakwah lewat layar,” katanya.
Melalui Akademi Dai Digital Muhammadiyah ini, lanjutnya, diharapkan lahir kader-kader pendakwah yang adaptif, optimis, dan progresif dalam menghadapi tantangan dakwah era digital, termasuk dari kalangan santri dan mahasiswa Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS.

