
Ratusan siswa SD-SMP di Semarang ikuti Olimpiade Cinta Rupiah

Semarang (ANTARA) - Ratusan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Semarang, Jawa Tengah, mengikuti Olimpiade Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BI Jateng Nita Rachmenia, di Semarang, menjelaskan olimpiade tersebut merupakan tindak lanjut atas nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang untuk memasukkan materi ajar terkait edukasi rupiah dan sistem pembayaran ke tingkat pendidikan SD sampai SMP.
"Kami ingin melihat umpan balik dari siswa terkait materi ajar. Dari sini bisa terlihat konten mana yang belum sepenuhnya dikuasai, sehingga materi bisa terus disempurnakan," katanya.
Pada tahun ini merupakan penyelenggaraan kali pertama Olimpiade CBP untuk tingkat SD dan yang kedua bagi tingkat SMP. Penyelenggaraan olimpiade selama dua hari, yakni 25-26 Agustus 2025.
Untuk jenjang SD, terdapat sebanyak 50 sekolah dengan total 150 siswa kelas 4–6 yang ikut pada hari pertama (25/8), sedangkan SMP diikuti 111 sekolah dengan jumlah 222 siswa kelas 7–8 pada hari kedua (26/8).
Baca juga: BI gelar Festival Jateng Syariah 2025 kuatkan ekosistem halal
Ada enam SD yang berhasil masuk final yakni SD Negeri Bulusan, SDN Jatisari, SDN Tawang Mas 01, SDN Ngaliyan 03, SDN Lamper Tengah 01, dan SDN Muktiharjo Lor Kota Semarang.
Hasilnya, SDN Jatisari meraih juara pertama, disusul SDN Muktiharjo Lor (juara dua) dan SDN Tawang Mas 01 (juara tiga).
Saat ini, kata dia, kerja sama kurikulum edukasi dan pembelajaran rupiah sudah diperluas ke delapan daerah, yakni Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kota Surakarta, Kota Tegal, dan Kabupaten Banyumas.
"Harapannya tahun depan olimpiade seperti ini juga bisa digelar di daerah-daerah tersebut, hingga menjangkau seluruh Jawa Tengah," katanya.
Melalui olimpiade tersebut, kata dia, siswa-siswi tidak hanya bisa mengasah pengetahuannya tentang rupiah, seperti ciri-ciri keaslian, filosofi, dan makna desain pada uang, namun juga melatih kemampuan untuk tampil dan berbicara di depan publik
Sementara itu Kepala Disdik Kota Semarang Bambang Pramusinto menjelaskan materi CBP Rupiah sudah disebarkan ke seluruh SD dan SMP di Kota Semarang.
Sejak awal, kata dia, Disdik juga dilibatkan dalam penyusunan materi kurikulum, penyusunan modul, dan sampai saat ini ada olimpiade sebagai media evaluasi mengenai tingkat keberhasilan, penerapan materi CBP di sekolah.
Menurut dia, materi literasi rupiah biasanya diintegrasikan ke pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), namun penerapannya bisa menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah.
"Olimpiade ini merupakan ajang tahunan yang bermanfaat dan menjadi satu muatan lokal baru di Kota Semarang, kami berharap melalui olimpiade CBP Rupiah ini dapat meningkatkan pengetahuan dan melatih kecerdasan siswa-siswi dalam hal literasi edukasi rupiah," katanya.
Baca juga: BI Jateng gelar Olimpiade Cinta Bangga Paham Rupiah
Baca juga: 140 kader IPNU dan IPPNU Tegal ikuti "ToT CBP Rupiah"
Baca juga: BI dan Pemkot Semarang gelar Gerakan Pangan Murah di 1.530 titik
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
