Temanggung (ANTARA) - Angota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Azis Subekti menyampaikan perlu program lompatan untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.
"Saya selalu menyampaikan waktu keliling di Bawaslu harus punya program lompatan untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita," katanya di Temanggung, Sabtu.
Ia menyampaikan hal tersebut pada Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilihan Umum bersama mitra kerja Badan Pengawas Pemilihan Umum yang diselenggarakan Bawaslu Temanggung.
"Bawaslu dan KPU harus membuat lompatan untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita, mengikuti apa yang dilakukan Presiden Prabowo Subiyanto," katanya.
Ia menuturkan, Presiden sungguh-sungguh melakukan lompatan program yang luar biasa, program yang satu belum selesai sudah muncul program berikutnya.
"Bagaimana meningkatkan kualitas demokrasi seperti kita kerja 15 tahun, nanti akan dieksekusi tahun 2026 atau 2027 itu adalah soal waktu, tapi semangat itu yang harus dimiliki oleh teman-teman Bawaslu," katanya.
Menurut dia, kualitas demokrasi itu salah satu yang paling utama adalah politik uang yang sering terjadi dalam setiap pemilihan dan itu bukan hanya kerja Bawaslu.
"Saya sampaikan tadi kalau ada pendapat bahwa Bawaslu dulu adalah ad hoc, membubarkan lembaga itu memang mudah, tetapi itu kerugian besar , lebih baik dikasih tugas perbantuan yang lain, yaitu untuk melakukan edukasi kepada masyarakat," katanya.
Ia menyampaikan, misalkan bagaimana Pilkades ini walaupun rezimnya kepala daerah atau Kemendagri , Bawaslu dan KPU ini terlibat karena ini adalah bagian dari semangat pemerintahan Prabowo Subiyanto untuk memperbaiki kualitas demokrasi dari bawah dari pemilihan kepala desa.

