
Harga Beras Naik

Menurut salah seorang pedagang beras di Pasar Wergu Kudus Niswati, di Kudus, Jumat, kenaikan harga jual beras diperkirakan karena faktor musim hujan, sering menyulitkan petani dalam proses pengeringan gabah menjadi lebih lama sehingga biayanya juga naik.
Kenaikan beras, katanya, terjadi sejak Kudus dan sekitarnya mulai diguyur hujan selama sepekan lebih.
Dengan kondisi seperti sekarang, katanya, pembelian beras harus dilakukan secara selektif, terutama tingkat kekeringan beras harus sesuai standar.
Beberapa jenis beras yang mengalami kenaikan, yakni beras super dijual Rp7.000 per kilogram dibanding sebelumnya hanya Rp6.400/kg, bramo dijual Rp7.300/kg dari harga jual sebelumnya Rp7.000/kg, beras jenis poles naik menjadi Rp8.300/kg dari harga sebelumnya Rp8.000/kg, dan beras sedani naik menjadi Rp8.000/kg dari harga jual sebelumnya Rp7.800/kg.
Kenaikan serupa juga terjadi pada beras kelas tengahan dijual di pasaran sebesar Rp7.100/kg dari harga jual sebelumnya Rp6.900/kg, beras menir Rp6.300/kg dari harga sebelumnya Rp6.100/kg, dan menir poles naik Rp300 menjadi Rp6.600/kg.
"Kondisi berbeda terjadi pada beras mentik wangi justru turun Rp800 menjadi Rp8.200/kg, demikian halnya beras ketan turun menjadi Rp8.000/kg dari harga sebelumnya Rp8.200/kg," ujarnya.
Ia memperkirakan, cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, bisa mendongkrak kenaikan harga jual beras di pasaran, menyusul terbatasnya stok beras di pasaran.
Akibat fluktuasi harga jual beras tersebut, katanya, transaksi pembelian rata-rata per hari cenderung menurun, karena setiap hari hanya mampu menjual beras antara 3-5 ton, dibanding sebelumnya bisa lebih.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
