Logo Header Antaranews Jateng

Banyumas gandeng perguruan tinggi untuk perkuat ketahanan pangan

Selasa, 11 Agustus 2026 10:23 WIB
Image Print
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menjelaskan kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, menggandeng berbagai perguruan tinggi di wilayah itu untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong regenerasi petani melalui pengembangan sektor pertanian yang melibatkan generasi muda.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan potensi pertanian sekaligus meningkatkan minat anak muda untuk menekuni sektor tersebut.

"Pemkab salah satunya sudah membuat etalase pertanian untuk mendukung ketahanan pangan yang dikelola atau dimanajeri oleh petani-petani milenial. Mereka sudah berkolaborasi dengan perguruan tinggi yang ada di Banyumas," katanya.

Menurut dia, keberadaan petani muda perlu terus didorong mengingat sektor pertanian menghadapi persoalan regenerasi.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi di bidang pertanian.

Ia mengatakan etalase pertanian yang berada di Kelurahan Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara, memiliki lahan sekitar enam hektare.

Menurut dia, kawasan tersebut disiapkan untuk mengembangkan berbagai komoditas yang memiliki potensi di Banyumas.

"Di situ ada lahan enam hektare. Kemudian mereka kami suruh berinovasi. Termasuk perencanaannya, desainnya saya serahkan kepada mereka," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan pengembangan kawasan tersebut mencakup sejumlah komoditas, seperti padi, kopi, dan kelapa genjah.

Ia mencontohkan untuk pengembangan beberapa varietas padi, Pemkab Banyumas bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, sedangkan pengembangan kelapa kopyor dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Selain pertanian, kata dia, kawasan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan peternakan.

Menurut dia, salah satu yang sedang didorong berupa produksi pakan ternak secara mandiri untuk membantu meningkatkan daya saing peternak.

"Kalau pakannya murah, maka jualannya bisa murah. Salah satunya petani-petani milenial saya minta membuat pabrik pakan ternak. Nanti kami fasilitasi mesinnya," katanya.

Menurut dia, pengembangan pakan mandiri yang juga melibatkan perguruan tinggi itu dapat menjadi salah satu solusi bagi peternak ayam dan bebek petelur yang menghadapi persaingan harga dengan produk dari daerah lain.

Ia menilai petani milenial memiliki semangat dan kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri setelah mendapatkan arahan serta fasilitasi dari pemerintah.

Ke depan, kata dia, Pemkab Banyumas juga berencana mengembangkan etalase pertanian Pabuaran sebagai kawasan wisata pendidikan yang rencananya akan dilengkapi fasilitas glamping, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

"Kami ingin ini tidak mengandalkan APBD saja, juga dari CSR," ujar dia.

Pemkab, lanjutnya, terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga dan dunia usaha untuk mengembangkan komoditas pangan strategis.

Menurut dia, Bank Indonesia juga telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat, seperti cabai, bawang merah, dan pangan hortikultura lainnya.

"Jadi bukan hanya untuk pertanian, tetapi ke depan juga bisa untuk wisata pendidikan. Kita ingin semua pihak berkolaborasi agar ketahanan pangan di Banyumas semakin kuat," kata Bupati.

Baca juga: Sebanyak 28.222 jiwa di Banyumas terdampak kekeringan



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026