
Pemkab membangun poliklinik 8 lantai RSUD Temanggung senilai Rp155 miliar

Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mulai membangun gedung poliklinik baru RSUD Temanggung dengan delapan lantai senilai Rp155 miliar yang ditargetkan rampung pada akhir 2027 dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Selasa, mengatakan, pembangunan gedung poliklinik ini telah melalui tahapan administrasi secara hati-hati. Pemerintah daerah juga meminta pendampingan dari Kejaksaan Negeri Temanggung untuk memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai ketentuan.
Menurut dia, pembangunan gedung poliklinik menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Gedung tersebut akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 14.000 meter persegi. Kehadiran gedung baru ini nantinya akan menambah sekaligus menyempurnakan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah tersedia di RSUD Temanggung.
Bupati berharap penyedia jasa pembangunan, Wijaya Karya Gedung, dapat melaksanakan pekerjaan secara profesional, tepat waktu, dan sesuai mutu yang telah ditentukan.
Selain menambah fasilitas pelayanan, konsep pembangunan gedung poliklinik juga diarahkan agar memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga. Pemerintah berharap suasana gedung tidak memberikan kesan sebagai tempat orang berobat, tetapi lebih nyaman seperti tempat menginap.
Penambahan fasilitas tersebut juga akan diikuti dengan penguatan sumber daya manusia. Ia menyebut RSUD Temanggung saat ini telah memiliki banyak dokter spesialis dan terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Direktur RSUD Temanggung Tetty Kurniawati mengatakan pembangunan gedung poliklinik dimulai dengan kegiatan groundbreaking. Proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp165 miliar, sedangkan nilai kontrak pembangunan gedung mencapai Rp155 miliar.
Menurut dia, besarnya anggaran pembangunan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi RSUD Temanggung untuk mewujudkan gedung poliklinik yang representatif.
Ia menjelaskan, pembiayaan pembangunan gedung tersebut berasal dari dana cadangan yang dikumpulkan melalui sisa anggaran dari tahun-tahun sebelumnya. Dana cadangan sebesar Rp130 miliar dibentuk pada 2024 dan 2025 untuk mendukung pembiayaan pembangunan fasilitas kesehatan.
"Dengan dana cadangan ini kami bisa mewujudkan impian untuk memiliki gedung poliklinik yang representatif," katanya.
Ia berharap, pembangunan gedung poliklinik delapan lantai ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pelayanan RSUD Temanggung sekaligus memberikan fasilitas kesehatan yang lebih nyaman dan lengkap bagi masyarakat.
Baca juga: Pemkab Temanggung siapkan Rp481 juta untuk pilkades di 14 desa
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
