
Pemkot sediakan kebijakan publik agar lansia miliki kualitas hidup

Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berkomitmen menyediakan kebijakan dan ruang publik yang inklusif agar kelompok lanjut usia (lansia) tetap mendapat perhatian serta memiliki kualitas hidup yang baik dan mandiri.
"(Lansia) tetap menjadi sumber teladan, nasihat, serta inspirasi bagi generasi-generasi muda,” katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Selasa.
Ia mengatakan hal itu pada wisuda Sekolah Lansia diikuti 297 orang di Kecamatan Magelang Tengah yang telah menyelesaikan program pembelajaran untuk kalangan tersebut. Kegiatan tersebut di Gedung Wanita Kota Magelang, Senin (10/8), digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang.
Program ini tidak sekadar menjadi ruang belajar, tetapi diarahkan untuk membekali lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta mengikuti kurikulum pembelajaran lansia tangguh yang mencakup kesehatan holistik, keagamaan, serta kemandirian sosial dan ekonomi.
Ia menjelaskan keberadaan lansia tidak hanya perlu dilihat dari aspek usia, akan tetapi juga dari peran mereka di tengah masyarakat.
“Saya berpesan di sini, tetap menjadi sumber teladan, nasihat, serta inspirasi bagi generasi-generasi muda,” ujar dia.
Seorang perwakilan wisudawan Sekolah Lansia Gelangan, Herdion Suwandi, mengatakan materi dan pendampingan yang diberikan selama mengikuti program tersebut memberikan bekal bagi lansia untuk tetap mandiri dan produktif.
Keberlanjutan program, katanya, menjadi hal penting agar pembelajaran yang telah diterima para peserta tidak berhenti setelah mereka menyelesaikan pendidikan.
“Harapan kami program ini adalah program yang berkelanjutan. Ini adalah awal dari sesuatu kelanjutan yang menjadi Kota Magelang yang luar biasa,” katanya.
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
