Semarang (ANTARA) - Mal 23 Semarang Shopping Center yang berlokasi di kawasan Pearl of Java (PoJ) City Semarang direncanakan beroperasi pertengahan tahun 2026 dan diisi dengan 250 "tenant".
Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia Anthony P Susilo, di Semarang, Rabu, Mal 23 Semarang memiliki empat lantai yang akan mengelilingi sebuah oase hutan tropis (Urban Forest) yang ada di atrium atau lantai Bawah.
Ia optimistis mal ikonik itu akan menjadi jujugan pengunjung, sebab punya desain perpaduan antara arsitektur kontemporer dengan sentuhan tropis-vernakular khas Indonesia.
Konsep tersebut diwujudkan melalui atrium yang menyerupai hutan tropis, lengkap dengan elemen air dan lansekap hijau yang menghadirkan pengalaman berbelanja sekaligus aktivitas sosial yang unik bagi pengunjung.
Mengusung bangunan "mix used", Mal 23 Semarang memiliki luasan 9 hektare dengan 6 ha untuk mal dan 2 ha untuk pengembangan selanjutny, sedangkan sisa 1 ha direncanakan untuk hotel berskala internasional.
"Luasan NLA (Net Lettable Area) awalnya 48 ribu (meter persegi), kemudian kita tingkatkan menjadi 50 ribu meter persegi sebab melihat animo yang tinggi," katanya, saat Project Preview Mal 23 Semarang di Binus University Semarang.
Dengan luasan itu, Mal 23 Semarang mampu menampung sebanyak 200-250 "tenant", dengan setiap lantainya akan diisi tenant mix used mulai dari "food and beverage" (FnB), fesyen, dan ritel lainnya.
"Jadi, di sekeliling lantai yang melingkar ini akan ada FnB, pengunjung bisa menikmati suasana hutan tropis dalam mall," katanya, seraya menjelaskan suasana hutan tropis akan mengeliminasi suhu sekitar karena lokasinya di pesisir Laut Jawa.
Ia mengatakan hingga Agustus 2025 ini progres pembangunan Mal 23 Semarang sudah mencapai 75 persen, dengan jadwal operasional jika sesuai rencana beroperasi mulai Mei 2026.
Proyek Mal 23 Semarang merupakan ritel kelima Paradise Indonesia. Kali ini kembali menjalin kerja sama antara PT Indonesian Paradise Property (Paradise Indonesia) dan Bina Nusantara (Binus) Group, melalui model usaha joint venture.
Sebagai bagian dari perjalanannya menuju pembukaan resmi pada pertengahan 2026, Mal 23 Semarang juga menginisiasi kampanye sosial dan lingkungan bertajuk "23 Untuk Semarang".
"Melalui gerakan ini, Paradise Indonesia Bersama berbagai komunitas lokal akan menjalankan rangkaian aksi nyata bagi masyarakat dan lingkungan, mulai dari pelestarian mangrove, pemberdayaan UMKM, hingga program keberlanjutan kota," katanya.
Langkah tersebut akan berlangsung sejak hari ini hingga pusat perbelanjaan resmi beroperasi pada 23 Mei 2026.
"Ini sebagai wujud komitmen bahwa kehadiran 23 Semarang Shopping Center bukan hanya membangun ruang fisik, tetapi juga menghadirkan makna, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi Kota Semarang," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Diah Supartiningtias, mengapresiasi mall 23 Semarang yang menonjolkan identitas lokal.
Menurut dia, Mal 23 Semarang tak hanya sebatas untuk kebutuhan belanja saja, namun sebagai rumah kreatif dengan identitas lokal berupa desain tropis dalam membangun kota Semarang berkelanjutan.
"Saya berharap Mal 23 Semarang jadi katalis pertumbuhan, masyarakat bisa akses tenaga kerja. Bisa jadi ibu asuh kemajuan kemandirian UMKM Semarang," katanya.

