Cilacap (ANTARA) - Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) IV Cilacap terus konsisten melaksanakan program pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat, salah satunya dengan mendukung pengembangan budidaya ikan sidat melalui program Pusat Budidaya dan Edukasi Sidat Panikel (Pusaka) di Desa Panikel, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Peluncuran program dilakukan di kolam budidaya yang dikelola Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sidat Panikel, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Rabu (13/8), ditandai dengan tebar benih sidat oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Area Manager Communication Relations dan CSR KPI RU IV Cilacap Cecep Supriyatna, serta sejumlah pejabat terkait.
Area Manager Communication Relations dan CSR KPI RU IV Cilacap Cecep Supriyatna menjelaskan Pusaka merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.
“Hal ini menjadi komitmen kami mendukung program perikanan dan ketahanan pangan,” katanya.
Menurut dia, sidat dipilih karena memiliki potensi besar untuk ekspor serta dukungan sumber daya alam yang memadai di Desa Panikel.
“Kami berharap Pusaka dapat menciptakan masyarakat yang berdaya dan sejahtera, selaras dengan Asta Cita Presiden RI dan visi ‘Cilacap Maju Besar’,” ujar Cecep.
Sebagai bentuk dukungan, KPI RU IV menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta yang diserahkan secara simbolis kepada Ketua Pokdakan Sidat Panikel Ahmad Fauzani, disaksikan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Baca juga: Produk SAF berbahan baku minyak jelantah jadi kado HUT Ke-80 RI
Bupati Syamsul mengatakan sidat merupakan salah satu potensi unggulan sektor perikanan budidaya Cilacap.
“Kami sudah ada investor yang tertarik mengembangkan sidat di Cilacap. Program Pusaka mudah-mudahan menjadi proyek percontohan,” katanya.
Ia mengharapkan keberadaan Pusaka mampu memicu masuknya investor, membangun ekonomi sirkular, dan membuka potensi ekonomi baru.
“Kami berterima kasih kepada KPI RU IV Cilacap atas kepedulian dalam memberdayakan masyarakat. Kepada penerima, mari buktikan program ini bisa sukses dan berkembang pesat,” ujarnya.
Ketua Pokdakan Sidat Panikel Ahmad Fauzani mengatakan dari total lahan 2 hektare, 1 hektare dimanfaatkan untuk budidaya sidat yang tersebar di sembilan kolam.
“Satu kolam bisa menampung 2.000 bibit sidat, dengan masa panen mulai lima hingga sembilan bulan,” katanya.
Selain itu, area kolam direncanakan menjadi kawasan wisata terpadu agriminatani yang memadukan budidaya sidat, ikan air tawar, dan kebun buah kelengkeng.
“Nantinya tempat ini menjadi wisata edukasi dan pembelajaran budidaya sidat untuk masyarakat,” jelasnya.
Ia mengatakan pasar ekspor sidat sangat terbuka, dengan jalur pemasaran selama ini melalui Koperasi Mina Sidat Bersatu di Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja, Cilacap.
“Terima kasih atas dukungan KPI RU IV Cilacap yang akan kami manfaatkan untuk mengembangkan Pusaka,” kata Fauzan.
Baca juga: Pertamina kirim perdana bahan bakar pesawat berbahan baku jelantah
Baca juga: Pertamina UMK Academy 2025 dorong UMKM naik kelas

