Purwokerto (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto menyampaikan bahwa sektor keuangan di wilayah Banyumas Raya sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan moderat, dengan sebagian besar indikator mencatat kenaikan meskipun masih disertai tantangan pada kualitas kredit dan perlindungan konsumen.
Dalam Media Briefing di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, Kepala Kantor OJK Purwokerto Haramain Billady mengatakan kinerja perbankan, pembiayaan, pasar modal, hingga lembaga keuangan mikro bergerak positif namun tidak terlalu agresif, mencerminkan pola pertumbuhan yang stabil dan terjaga.
Di sektor perbankan, kata dia, posisi September 2025 menunjukkan kenaikan aset 4,91 persen, dana pihak ketiga (DPK) 5,08 persen, dan kredit 5,63 persen secara tahunan.
Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di 5,65 persen, yang menurut OJK menjadi salah satu faktor penahan laju ekspansi dan masih memerlukan penguatan mitigasi risiko.
“Untuk bank umum, aset tumbuh 4,36 persen, kredit 6,60 persen, dan DPK 5,85 persen. NPL meningkat menjadi 3,42 persen dan rasio LDR terpantau 102,42 persen,” katanya.
Di sisi lain, kata dia, BPR/BPRS menunjukkan dinamika moderat dengan aset naik 6,98 persen dan DPK 0,50 persen, sementara kredit turun tipis minus 0,84 persen. NPL masih tinggi pada 21,55 persen.
Dalam pengawasan langsung Kantor OJK Purwokerto, BPR/S mencatat tekanan lebih dalam dengan penurunan aset 2,76 persen, kredit 3,74 persen, dan DPK 1,00 persen per September 2025.
“NPL berada pada kisaran 21,91 persen, yang menurut OJK turut mempengaruhi persepsi risiko lembaga keuangan mikro skala kecil,” katanya.
Menurut dia, lembaga keuangan mikro (LKM) pada Triwulan III/2025 juga mencerminkan pertumbuhan moderat, dengan kredit meningkat 20,15 persen dan DPK 3,19 persen, meskipun aset turun 3,15 persen.
Pada industri asuransi, total premi Juni 2025 tercatat Rp308,64 miliar atau turun 27,77 persen dari tahun sebelumnya, dengan klaim Rp201,11 miliar.
Sementara pada sektor pembiayaan, pertumbuhan masih stabil dengan kenaikan 5,10 persen (yoy), sehingga total penyaluran mencapai Rp4,019 triliun.
“Porsi terbesar berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran serta perawatan kendaraan bermotor dengan kontribusi 22 persen,” katanya.
Ia mengatakan pertumbuhan investor pasar modal turut memperlihatkan pola moderat namun menjanjikan.
Menurut dia, jumlah investor saham meningkat 27,93 persen menjadi 132.048 SID, dan investor reksa dana naik 22,57 persen menjadi 304.481 SID per Agustus 2025, sedangkan nilai transaksi melonjak 116,51 persen (yoy) menjadi Rp2,732 triliun, didominasi investor berusia 21–30 tahun.
Di bidang perlindungan konsumen, Kantor OJK Purwokerto mencatat 1.054 pengaduan hingga November 2025, terdiri atas 441 pengaduan tatap muka dan 613 melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK).
“Permintaan layanan SLIK tercatat meningkat, menandakan tingginya kebutuhan informasi kredit masyarakat,” katanya.
Sebagai upaya untuk penguatan literasi dan inklusi keuangan, kata dia, Kantor OJK Purwokerto melaksanakan 108 kegiatan edukasi dengan total 143.223 peserta selama 2025.
Menurut dia, kegiatan dilakukan di berbagai segmen, termasuk pelajar, perempuan, UMKM, masyarakat 3T, penyandang disabilitas, dan komunitas profesional.
Selain itu, program unggulan seperti OJK Goes To School, Gerak Syariah Ramadhan, ToT Sobat Lik Jaka, dan SiMOLEK Menyapa turut mendukung pertumbuhan inklusi.
Pada sisi inklusi keuangan, lembaga jasa keuangan mencatat 183 kegiatan dan pembukaan 78.492 rekening, juga program Kredit Melawan Rentenir (KPMR) telah tersalurkan kepada 1.619 debitur dengan total Rp6,53 miliar.
Haramain mengatakan pertumbuhan yang moderat bukan berarti melemah, tetapi mencerminkan kondisi sektor keuangan yang tumbuh terukur dan tetap stabil, dengan ruang perbaikan terutama pada kualitas kredit dan perluasan literasi masyarakat.
“OJK Purwokerto akan terus memperkuat pengawasan, edukasi, dan perlindungan masyarakat agar stabilitas dan moderasi pertumbuhan sektor keuangan Banyumas Raya tetap terjaga dan semakin inklusif,” katanya.
Baca juga: Pemkab Banyumas tekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap HIV-AIDS

