
Pertamina pastikan stok elpiji 3 kg di Blora tersedia cukup dan aman

Blora (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) memastikan stok elpiji subsidi tabung ukuran 3 kilogram (kg) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.
"Langkah antisipatif berupa penambahan distribusi juga dilakukan guna menjaga kestabilan pasokan di tengah lonjakan permintaan," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jateng-DIY Taufiq Kurniawan di Blora, Rabu.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap proses distribusi dan penyaluran elpiji subsidi, terutama di wilayah dengan kecenderungan peningkatan konsumsi.
"Masyarakat tidak perlu panik atau melakukan pembelian secara berlebihan karena stok elpiji tersedia cukup," ujarnya.
Ia menjelaskan peningkatan konsumsi terjadi di sejumlah kecamatan seperti Randublatung, Cepu, Jati, Jepon dan Blora, yang dipicu oleh tradisi sedekah bumi pada momentum Suronan di bulan Muharam serta dimulainya musim panen, meskipun sedikit tertunda akibat faktor cuaca.
Sebagai bentuk respons cepat, Pertamina juga melakukan distribusi tambahan (extra dropping) sebanyak 7.820 tabung elpiji 3 kg atau meningkat sekitar 28 persen dibandingkan distribusi pada hari normal.
Ia mengajak masyarakat agar bijak dalam menggunakan elpiji subsidi sesuai peruntukannya, tidak menimbun, serta melakukan pembelian di pangkalan resmi sesuai domisili. Masyarakat juga diminta mematuhi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
"Untuk mengetahui lokasi pangkalan terdekat, masyarakat dapat mengakses situs resmi Pertamina di pertamina.id/info atau ttm.id/info.lpg.3kg," ujarnya.
Lebih lanjut, dia mendorong sinergi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan distribusi di lapangan, guna mencegah potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Jika menemukan indikasi penimbunan atau penjualan di atas HET, masyarakat dapat melapor melalui Pertamina Call Center 135 atau ke instansi terkait," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora Siti Mas'amah memastikan ketersediaan elpiji 3 kg di Blora selama tahun 2025 tersedia cukup.
"Total alokasi elpiji 3 kg untuk Blora tahun ini mencapai 23.311 metrik ton atau setara 7.770.333 tabung. Sehingga masyarakat tidak perlu panik maupun melakukan aksi borong," ujarnya.
Distribusi elpiji dilakukan melalui 10 agen resmi dan 996 pangkalan yang tersebar di seluruh kecamatan. Pemerintah juga mengizinkan kembali penjualan oleh pedagang ecer guna memperlancar distribusi di lapangan.
Siti mengimbau masyarakat agar membeli elpiji langsung di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET yang berlaku, yakni Rp18.000 per tabung.
Baca juga: Polres Temanggung bongkar pengoplos gas elpiji subsidi
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
