Logo Header Antaranews Jateng

BNP2TKI Jajaki Kesempatan Kerja Konstruksi di Macau

Senin, 5 Maret 2012 09:50 WIB
Image Print


BNP2TKI telah menerima informasi dari KJRI Hong Kong bahwa Macau membuka peluang kerja untuk tenaga kerja asing di sektor konstruksi, kesehatan hospitaliti dan lain-lain, demikian buku materi kunjungan kerja delegasi BNP2TKI ke Hong Kong, Macau, Jepang, Korsel, dan Singapura, yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut rencana delegasi yang dipimpin Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayat akan melakukan kunjungan kerja ke negara-negara tersebut 5-15 Maret terutama guna menjajaki kerja sama serta upaya untuk meningkatkan perlindungan TKI.

Menurut rencana, delegasi akan melakukan pertemuan dengan pengusaha Macau atau para pihak lainnya.

Dengan adanya pertemuan tersebut diharapkan dapat diperoleh informasi yang jelas mengenai jenis-jenis pekerjaan yang dapat dimanfaatkan oleh TKI.

Menurut data yang diperoleh selama ini Macau menjadi salah satu negara tujuan TKI bekerja di wilayah Asia Pasifik sejak tahun 2007.

Jumlah TKI yang bekerja di Macau berdasarkan data dari Biro Tenaga Kerja Macau diperkirakan sebanyak 4.436 orang (data Juni 2011), terdiri atas Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), penjaga toko, mekanik bekerja memperbaiki dan merawat mesin-mesin, waiters di restoran.

Selain penjajakan tersebut juga akan dilakukan pembicaraan mengenai struktur biaya dan pemberlakukan pembiayaan penempatan TKI.

Sementara di Hong Kong yang merupakan salah satu negara tujuan utama penempatan TKI, delegasi akan melakukan konsolidasi dan perlindungan kerja TKI.

Kerja sama penempatan TKI ke Hong Kong dilakukan seluruhnya dengan skema"private to private" (antarpengusaha) dan hanya dapat menempatkan Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

Permintaan PLRT ke Hong Kong menunjukkan kecenderungan yang meningkat sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih ketat dalam proses penempatan dan perlindungan selama bekerja.

Pemerintah Hong Kong sendiri sendiri memberlakukan TKI setara dengan tenaga kerja lokal. Namun demikian beberapa masalah yang kerap dihadapi oleh TKI Hong Kong adalah biaya pemberangkatan yang dikenakan terlalu tinggi sehingga menjerat TKI ke dalam hutang. Masalah ini ingin diselesaikan oleh delegasi tersebut.



Pewarta:
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026