Logo Header Antaranews Jateng

Lazismu tawarkan daging kurban dalam bentuk olahan rendang kemasan

Kamis, 5 Juni 2025 23:02 WIB
Image Print
Produk rendang daging kurban. (ANTARA/HO-MD.)

Kudus (ANTARA) - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) menawarkan pembagian daging kurban dalam bentuk kemasan yang sudah diolah menjadi rendang yang lebih tahan lama dan bisa dibagikan secara merata.

"Hasil pengujian, rendang kalengan tersebut bisa tahan hingga dua tahun, sehingga pembagian kepada masyarakat juga lebih efektif dan merata," kata Manajer Lazismu Kudus Ravi di Kudus, Kamis.

Dengan pengolahan daging kurban menjadi makanan siap saji, kata dia, selain efektif juga bisa didistribusikan ke daerah rawan pangan maupun terdampak bencana.

Dalam pengolahan menjadi rendang, kata dia, bermitra dengan PRONAS dan produk RendangMu juga tersertifikasi halal MUI dan BPOM.

Keunggulan utamanya, selain tahan lama, higienis, mudah terdistribusi, dan berdampak luas hingga ke Palestina, Sudan, dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia.

Penawaran daging korban yang diolah menjadi rendang kalengan, kata dia, mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Salah satu yang menonjol adalah Lazismu Kudus berhasil menghimpun Rp311.000.000 dari target awal Rp206.752.501, dan menempati peringkat ke-6 tertinggi dari 40 kantor Lazismu se-Jateng.

"Capaiannya menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kudus semakin peduli terhadap pengelolaan daging qurban yang berdampak luas dan berkelanjutan," ujarnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan jaringan Muhammadiyah Kudus, amal usaha pendidikan, masjid, serta para relawan yang menyosialisasikan program hingga ke tingkat ranting atau desa.

Sementara capaian di tingkat provinsi juga melonjak, karena hingga 3 Juni 2025 Lazismu Jawa Tengah telah menghimpun dana qurban sebesar Rp6,12 miliar atau 89,82 persen dari total target Rp6,81 miliar.

Dana yang dihimpun digunakan untuk pembelian hewan qurban dan produksi rendang kaleng melalui pabrik bersertifikasi. Setiap shohibul kurban menerima bukti berupa rendang kaleng dan laporan transparan terkait pemotongan serta distribusi.

"Program ini juga untuk memberdayakan UMKM binaan Muhammadiyah dan membuka peluang beasiswa dari surplus dana. Jadi, kurban ini berdampak ekonomi dan pendidikan," ujarnya.

Masyarakat bisa berpartisipasi dengan skema patungan Rp3 juta atau satu ekor sapi Rp21 juta. Pembayaran dapat dilakukan via QRIS atau transfer ke rekening Lazismu Jateng, serta informasi lebih lanjut tersedia di 0813-9035-9827 atau 0812-2850-7508.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026