Semarang (ANTARA) - Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang segera membuka empat kelas internasional untuk mendukung internasionalisasi kampus yang tengah disiapkan universitas.
"Insya Allah nanti tahun ajaran baru 2025-2026 kami akan memulai kegiatan internasional, finalisasi di masing-masing prodi (program studi)," kata Dekan FH Unissula Dr Jawade Hafidz, di Semarang, Sabtu.
Hal tersebut disampaikannya di sela diskusi dalam rangka internasionalisasi kampus Unissula di Gedung FH Unissula.
Empat prodi yang dimaksud, yakni prodi S1 Sarjana Ilmu Hukum, S2 Magister Ilmu Hukum, S2 Kenotariatan, dan S3 Program Doktor Ilmu Hukum.
Ia menjelaskan bahwa kelas internasional nantinya akan diisi oleh mahasiswa dari dalam maupun luar negeri.
Karena itu, kata dia, sumber daya manusia (SDM), yakni pengajar juga disiapkan untuk pelaksanaan kelas internasional, terutama dalam aspek bahasa.
"Dosen yang mengajar mulai mempersiapkan diri dengan materi kuliah dalam dua bahasa. Nanti, dalam penyampaian di kelas menggunakan dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris," katanya.
Sejalan dengan internasionalisasi Unissula, kata dia, FH Unissula juga berencana menggelar konferensi internasional yang akan dilaksanakan pada 18-19 Juni 2025.
"Dalam konferensi internasional tersebut akan diisi 13 pakar dari 13 negara. 10 pakar di antaranya akan hadir secara langsung di Fakultas Hukum Unissula," katanya.
Ia menjelaskan bahwa para pakar yang diundang akan menyampaikan materi yang sedang aktual di bidang ilmu hukum, mulai hak asasi manusia, lingkungan hidup, hingga keterbukaan.
"Lalu setelah selesai dilanjutkan dengan 'international call paper' dari berbagai artikel yang masuk dari beberapa negara," katanya.
Beberapa negara sudah mengkonfirmasi keikutsertaan dalam konferensi internasional tersebut, di antaranya Australia, Belanda, Malaysia, Mesir, Kazakhstan, Thailand, dan Vietnam.
"Itu yang sudah 'confirm' dan mereka nanti akan hadir di tanggal 18 -19 Juni mendatang," katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni (IKA) FH Unissula Dr Hery Wijayanto menyampaikan dukungannya terhadap internasionalisasi yang dilakukan kampus untuk pengembangan kualitas pendidikan.
"Ke depannya, peran perguruan tinggi, terutama Unissula ini menjadi bagian dalam menyelesaikan isu-isu internasional, seperti human traficking, terorisme, hingga perdagangan gelap," katanya.

