
Rapat Paripurna DPRD Jateng, Wagub bacakan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2021

Semarang (ANTARA) - Pada Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono, Wakil Gubernur Taj Yasin membacakan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021.
"Yang hadir sebanyak 72 orang dari 120 orang anggota dewan. Sesuai ketentuan tata tertib, rapat paripurna ini sudah kuorum," kata Ferry didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri saat membuka rapat, di Semarang, Rabu (8/6/2022).
Setelah dibuka, Ferry mempersilahkan Wagub Jateng Taj Yasin yang mewakili gubernur untuk menyampaikan laporannya soal Raperda berupa kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan telah diaudit BPK.
Di hadapan para anggota dewan, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin memaparkan sejumlah hal mengenai pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 di antaranya mengenai realisasi pendapatan daerah 2021 sebesar Rp26,63 triliun atau 99,38 persen dari target Rp26,79 triliun. Realisasi Belanja Daerah 2021 sebesar Rp25,84 triliun atau 94,17 persen dari target Rp27,44 triliun.
Untuk realisasi urusan pendidikan dan kebudayaan (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), kata Taj Yasin, sebesar Rp11,25 triliun atau 97,47 persen dari anggaran Rp11,55 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk pemenuhan akses pendidikan, peningkatan layanan mutu, tata kelola pendidikan khusus dan pendidikan menengah SMA/SMK, serta pembinaan dan pengembangan kebudayaan dan kesenian tradisional.
Baca juga: BPK berikan opini WTP atas LKPD Jateng TA 2021
Urusan kesehatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan tujuh rumah sakit daerah, dari anggaran Rp3,35 triliun terealisasi Rp2,92 triliun atau 87,18 persen. Anggaran tersebut digunakan untuk penyediaan fasilitas pelayanan dan alat kesehatan, pencegahan dan penanggulangan penyakit, pengembangan mutu dan kompetensi SDM kesehatan.
Untuk pekerjaan umum dan sumber daya air dan penataan ruang realisasinya Rp894,4 miliar atau 96,47 persen dari anggaran Rp927,1 miliar yang digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana, pengelolaan jaringan irigasi, dan penyelenggaraan penataan ruang.
Sementara, penerimaan pembiayaan sebesar Rp861,49 miliar dari sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dan pengeluaran pembiayaan Rp215 miliar. Pengeluaran itu untuk pembentukan dana cadangan dan penyertaan modal di BUMD.
"Ringkasan realisasi APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 yakni pendapatan sebesar Rp26,63 triliun, belanja Rp25,84 triliun, surplus Rp789,2 miliar," kata Taj Yasin.
Untuk pembiayaan, tutup Taj Yasin, terdiri dari penerimaan Rp861,4 miliar, pengeluaran Rp215 miliar, pembiayaan netto Rp646,4 miliar, sisa lebih pembiayaan anggaran atau Silpa Rp1,4 triliun.
"Demikian sudah diikuti penyampaian Raperda Pertanggungjawaban APBD 2021, pembahasan selanjutnya pada Rapat Paripurna pada 17 Juni 2022 dengan acara pandangan umum fraksi atas penyampaian Raperda Pertanggungjawaban APBD 2021," kata Ferry sesaat sebelum rapat ditutup dengan menyanyikan Lagu Bagimu Negeri.(ADV)
Baca juga: Legislator ingatkan penanganan banjir rob Pantura Jateng jadi prioritas
Baca juga: DPRD Jateng : Dorong pariwisata pulihkan ekonomi
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor:
Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
