Logo Header Antaranews Jateng

FKUB Pekalongan: Masyarakat patuhi prokes rayakan Imlek

Senin, 31 Januari 2022 19:16 WIB
Image Print
Mantan pengurus ritual Klenteng Po An Thian Kota Pekalongan Santo sedang melakukan persiapan perayaan Imlek dengan membersikan sisa kotoran pada arca atau patung dewa. ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan

Pekalongan (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berpesan pada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan dilakukan sederhana saat akan merayakan Imlek karena kasus COVID-19 belum selesai.

"Perayaan hari besar keagamaan Tahun Baru Imlek merupakan sebuah momen penting khususnya bagi umat Konghucu dan Tionghoa. Akan tetapi, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi, kami berpesan mereka tetap mematuhi prokes dan dilakukan secara sederhana," kata Ketua FKUB Kota Pekalongan Ahmad Marzuqi di Pekalongan, Senin.

Menurut dia, FKUB sebagai wadah yang mengakomadasi kerukunan umat beragama akan menjaga toleransi dan mendukung kegiatan keagamaan dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan ketat.

Baca juga: Gubernur Jateng minta kepala daerah cek perayaan Imlek cegah kerumunan

Peringatan Imlek, kata dia, akan dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan toleransi pada kalangan umat beragama karena sejarah perayaan Imlek di Indonesia sangat panjang dan tidak hanya dirayakan orang beragama Konghucu saja melainkan etnis Tionghoa.

"Etnis Tionghoa yang beragama Kristen, Budha, Konghucu juga turut merayakan Imlek dari sisi tradisi. Akan tetapi, kami berpesan perayaan Imlek jangan sampai menimbulkan kerumunan," katanya.

Ahmad Marzuqi mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan perwakilan etnis Konghucu, bahwa FKUB akan menyelenggarakan acara khusus yang digelar sederhana dan terbatas yang melibatkan anggota FKUB yang berbeda-beda agama dalam perayaan Imlek bertajuk "Paora Umat Konghucu Grumungan (Silakan Umat Konghucu bersilatuhami, red.)" yang dijadwalkan dilaksanakan 6 Februari 2022.

Acara silaturahmi tersebut, kata dia, sebagai bentuk ikut mengayubagyo dan menunjukkan sikap kerukunan umat beragama tetap terjaga.

"Acaranya akan digelar sederhana dan mematuhi protokol kesehatan. Demikian pula, kami mengimbau masyarakat senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama," katanya.

Baca juga: Wali Kota Solo sikapi keramaian di pusat perayaan Imlek
Baca juga: Pemkab Kudus minta warga Tionghoa rayakan Imlek secara sederhana

Baca juga: Sambut Imlek, umat Tri Dharma Temanggung bersihkan kelenteng



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026