Pekalongan (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggencarkan kegiatan moderasi beragama di sejumlah sekolah negeri sebagai upaya menanamkan nilai-nilai toleransi dan sikap saling menghargai di kalangan pelajar sejak dini.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Pekalongan Ahmad Marzuki di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digagas oleh Kementerian Agama.
"Kami memandang penting untuk menanamkan pemahaman moderasi beragama pada generasi muda agar mereka tumbuh menjadi individu yang inklusif dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman," katanya.
Menurut dia, jika keberagaman ini tidak dikelola dengan baik maka hal itu berpotensi menimbulkan konflik.
Sebaliknya, kata dia, jika dikelola dengan bijak akan menjadi potensi besar yang mendukung sinergi dan mempercepat pembangunan.
Ahmad Marzuki mengatakan kegiatan moderasi beragama akan menyasar pada para pelajar karena mereka adalah masa depan Indonesia.
Tahun ini, kata dia, Forum Komunikasi Umat Beragama akan menyasar lima sekolah di Kota Pekalongan yaitu SMP Negeri 2 Kota Pekalongan, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, SMP Negeri 6, dan SMP Negeri 14.
"Tujuan utama kami adalah menanamkan sikap agar pelajar tidak tumbuh menjadi pribadi yang ekstrem. Sikap toleransi memang sering diagungkan tetapi dalam praktiknya masih banyak yang belum memahaminya secara utuh," katanya.
Kepala SMP Negeri 4 Kota Pekalongan Masykur menyambut baik kegiatan tersebut karena siswa yang ada di sekolah ini berasal dari berbagai latar belakang agama seperti Islam, Katolik, dan Kristen.
"Oleh karena itu, kegiatan ini relevan untuk membentuk karakter siswa yang moderat dan toleran. Kami berharap para siswa dapat mengikuti dan memahami materi yang disampaikan oleh para narasumber dengan baik sehingga mampu menerapkan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan perkuat penanganan kasus seksual kelompok rentan

