Logo Header Antaranews Jateng

BPJS Ketenagakerjaan ajak seluruh peserta tumbuhkan budaya anti-korupsi

Jumat, 10 Desember 2021 14:59 WIB
Image Print
Kampanye antikorupsi dengan mengambil tema "Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi" di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit. ANTARA/HO-BPJAMSOSTEK

Semarang (ANTARA) - Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati tanggal 9 Desember dimanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) untuk mengajak seluruh peserta dan stakeholder menumbuhkan budaya anti korupsi.

Komitmen tersebut dilakukan melalui beragam kegiatan kampanye yang diselenggarakan secara serentak di seluruh kantor cabang BPJAMSOTEK seluruh Indonesia dengan mengambil tema "Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi".

Pada kampanye antikorupsi tersebut, Direksi dan Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK turut memberikan dukungannya dengan terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan yang digelar di kantor pusat BPJAMSOSTEK Jakarta dan Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo mengikuti perayaan Hakordia 2021 di Kantor Cabang Samarinda.

Selain peserta yang datang di kantor cabang, BPJAMSOSTEK juga mengajak para peserta untuk meramaikan perayaan Hakordia 2021 dengan cara mengunggah foto yang disertai dengan quote tentang reaksi antikorupsi di media sosial masing-masing hashtag #HAKORDIA2021BPJAMSOSTEK #4FIGHTS #WBSNEWBPJAMSOSTEK, foto dan quote terbaik akan mendapatkan hadiah dari BPJAMSOSTEK.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menciptakan lingkungan BPJAMSOSTEK yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hal tersebut penting bagi kami, sebagai salah satu institusi yang memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut dibutuhkan sinergi yang baik dari berbagai pihak, sehingga kami juga melibatkan seluruh peserta dan stakeholder BPJAMSOSTEK," kata Anggoro.

Anggoro menambahkan BPJAMSOSTEK telah memiliki kanal pelaporan berupa Whistle Blowing System (WBS) yang dapat digunakan oleh peserta maupun masyarakat untuk melaporkan suatu perbuatan yang berindikasi pelanggaran di lingkungan BPJAMSOSTEK.

Pelapor dapat mengakses aplikasi tersebut melalui wbs.bpjsketenagakerjaan.go.id dengan melakukan registrasi terlebih dahulu dan bagi pelapor yang tidak ingin diketahui identitasnya, BPJAMSOSTEK juga menyediakan fitur pelaporan tanpa harus melakukan registrasi atau secara anonim.

Melalui aplikasi tersebut masyarakat dapat melaporkan segala bentuk penyimpangan di antaranya pelanggaran, kecurangan, suap, konflik kepentingan, KKN, gratifikasi maupun asusila.

"Semoga peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini dapat menjadi pemicu bagi BPJAMSOSTEK untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta yang bebas dari segala bentuk penyimpangan. Saya juga mendorong seluruh peserta untuk turut mengawasi kinerja BPJAMSOSTEK dan jangan ragu untuk melaporkan jika menemukan adanya penyimpangan. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti segala pelaporan yang telah diberikan demi mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan dan menyejahterakan pekerja Indonesia," kata Anggoro.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Majapahit Imron Fatoni menjelaskan Hari Anti Korupsi Sedunia atau Hakordia yang diperingati tanggal 9 Desember bukan merupakan tanggung jawab KPK saja melainkan seluruh elemen bangsa.

"Sebagai Insan BPJS Ketenagakerjaan juga harus sadar akan bahaya korupsi terhadap kelangsungan Negara Republik Indonesia," kata Imron Fatoni.

Imron menjelaskan bahwa diperlukan perkuatan sinergi dan kolaborasi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh elemn masyarakat dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi.

"Dengan tema Satu Padu Bangun Budaya Anti korupsi mari kita bersama-sama katakan say NO to Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme," kata Imron.



Pewarta:
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026