
HIPMI Jateng usul penambahan faskes dan nakes untuk tangani COVID-19

Semarang (ANTARA) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng mengusulkan adanya penambahan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) secara optimal sehingga saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dibuka sudah siap dan tidak terjadi lonjakan kasus.
Penambahan faskes dan nakes, menurut Ketua HIPMI Jateng Billy Dahlan bisa menjadi salah satu langkah mempersiapkan diri dalam menghadapi COVID-19 dengan varian barunya dan saat dibukanya PPKM.
"Dana ratusan juta rupiah baiknya difokuskan untuk masalah kesehatan, untuk menambah faskes COVID-19 untuk gejala ringan dan sedang, sementara yang berat tetap dirujuk ke rumah sakit agar tidak menumpuk," kata Billy.
Billy juga merinci jika masing-masing kabupaten/kota mendapatkan alokasi dalam penambahan faskes dan nakes, maka akan sangat membantu dalam menyiapkan diri saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dihentikan.
Menurut Billy dengan kesiapan tersebut, maka seluruh sektor termasuk pengusaha dapat kembali bergerak dan tidak lagi terpuruk setelah 17 bulan berada di masa pandemi dan telah memberikan dampak luar biasa termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merumahkan pekerja.
"Kami pro dan percaya kepada pemerintah dalam mengatasi COVID-19, namun kami juga mempertanyakan efektifnya PPKM agar tidak mengorbankan dunia usaha. Kami setuju jika PPKM terukur, terarah, dan obyektif," kata Billy.
Oleh karena itu, kata Billy, diperlukan solusi salah satunya dengan maksimal menambah faskes dan nakes karena selama ini yang masih jadi masalah sehingga perlu ditangani secara optimal tidak lagi parsial.
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor:
Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026
