
Purbalingga gencar tes usap COVID-19

Program ini akan diintensifkan selama satu bulan setelah itu akan dilakukan evaluasi
Purbalingga (ANTARA) - Penjabat Sementara Bupati Purbalingga Sarwa Pramana mengatakan pihaknya terus menggencarkan pelaksanaan tes usap secara massal di puskesmas-puskesmas di wilayah itu.
"Tes usap memang terus kita gencarkan guna menemukan dan menelusuri potensi orang tanpa gejala sebagai upaya menekan risiko penularan COVID-19 di wilayah ini," katanya di Purbalingga, Senin.
Dia mengatakan program tes usap atau tes dengan metode polymerase chain reaction (PCR) telah diintensifkan sejak beberapa waktu yang lalu dan di puskesmas di wilayah itu.
Dia menjelaskan setiap puskesmas di Kabupaten Purbalingga telah melaksanakan tes usap dengan target minimal delapan orang per hari.
"Program ini akan diintensifkan selama satu bulan setelah itu akan dilakukan evaluasi," katanya.
Dia berharap, upaya yang dilakukan tersebut akan dapat menekan jumlah kasus COVID-19 di wilayah setempat.
"Kami terus berupaya melakukan upaya antisipasi guna mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah ini," katanya.
Baca juga: Warga Wonosobo diminta untuk kooperatif terhadap upaya tes usap
Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menginformasikan bahwa jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 di wilayah setempat yang telah dinyatakan sembuh 203 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Hanung Wikantono mengatakan berdasarkan data terbaru, jumlah total pasien COVID-19 di wilayah setempat sejak awal penanganan hingga saat ini berjumlah 295 orang.
"Dari 295 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut, 203 di antaranya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, tujuh orang meninggal dunia, dan 85 orang lainnya masih dirawat intensif di fasilitas kesehatan yang ada di wilayah ini," katanya.
Dia menjelaskan bahwa meskipun tingkat kesembuhan pasien cukup tinggi namun tren kasus COVID-19 di wilayah ini juga masih mengalami kenaikan.
"Tingkat kesembuhan pasien terbilang tinggi, kendati demikian masyarakat tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan karena penambahan kasus COVID-19 di Purbalingga masih terjadi," katanya.
Untuk itu dia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat disiplin penerapan protokol kesehatan demi kebaikan bersama.
Baca juga: Santri di Kedu jalani swab jelang pembelajaran tatap muka
Baca juga: Pemkot Pekalongan fasilitasi warga tes usap COVID-19 gratis
Baca juga: Dinkes Magelang prioritaskan tes usap lansia dan komorbiditas
Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
