Enam korban tewas di Tol Cipali berasal dari Tegal dan Brebes

id Laka lantas Tol Cipali,tol cipali, kecelakaan maut

Enam korban tewas di Tol Cipali berasal dari Tegal dan Brebes

Kendaraan Toyota Rush yang terlibat kecelakaan maut di Tol Cipali KM 184.300. ANTARA/Ho Astra Tol Cipali

Cirebon (ANTARA) - Enam dari dari delapan korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Tol Cipali, Senin (10/8) berasal dari Kabupaten Tegal dan Brebes, Jawa Tengah.

Kasat Lantas Polresta Cirebon, Jawa Barat, AKP Ahmat Troy mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi delapan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 184.300.

"Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sudah teridentifikasi," kata Troy di Cirebon, Senin.

Berikut identitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan kendaraan microbus Isuzu Elf D-7013-AN dan Toyota Rush B-2918-PKL yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan 16 mengalami luka-luka.

Data korban meninggal dunia yang saat ini ada di RS Arjawinangun yaitu Sunad (51) pengemudi alamat Kelurahan Menteng Dalam RT 015/011 Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Kemudian Putri Ainur Ifazah (18) alamat Desa Meleten Rt 18/03 Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. May Sri Korina (21) berasal dari Desa Lumingser Rt 20/03 Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Selanjutnya Cayem (62) alamat Desa Tembelang RT 06/02 Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Suharjo (40) dari Desa Bersoleh Rt 18/04 Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Troy melanjutkan untuk korban keenam dan ketujuh yaitu Rapiah (55) dan Warkonah (35) alamat Desa Bersoleh, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Dan yang terakhir yaitu Sugeng Raharjo (54) alamat Jl Mangga, Desa Balapulang Rt 03/01, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

"Semua korban meninggal dunia ini merupakan sopir dan penumpang Elf," katanya.

Baca juga: Police still investigating cause of deadly accident on Cipali
Baca juga: Kronologi kecelakaan Tol Cipali yang tewaskan delapan orang

 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar