Batang siapkan dua opsi pembelajaran

id Pemkab Batang, sistem pembelajaran

Batang siapkan dua opsi pembelajaran

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Achmad Taufiq. ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah menyiapkan dua opsi pembelajaran secara kombinasi yaitu jarak jauh dengan menggunakan metode daring dan tatap muka, selama fase adaptasi kehidupan baru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Achmad Taufiq di Batang, Sealasa, mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan opsi pertama dengan membentuk tim khusus untuk membuat video pembelajaran siswa.

"Kami sudah membentuk tim informasi teknologi (IT) dan tim guru untuk menyiapkan materi pembelajaran bagi siswa karena saat ini Kabupaten Batang masih masuk daerah berkategori zona kuning. Namun, apabila kondisi sudah membaik bisa menggunakan opsi dua yaitu tatap muka," katanya.

Achmad Taufiq mengatakan video pembelajaran ini pun sudah disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku sesuai yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

Baca juga: 17 sekolah Kota Magelang simulasi pembelajaran tatap muka

Kendati demikian, kata dia, para guru juga diharapkan dapat membuat materi edukasi lainnya dalam berbagai bentuk materi digital.

Ia mengatakan dengan adanya tim guru dan saranan informasi tekonologi ini maka insan pendidikan dapat semakin berkembang, khususnya dalam meningkatkan kompetensi menyesuaikan perkembangan zaman.

“Jadi nantinya, dalam tim tersebut saling berbagi pengetahuan terkait perkembangan teknologi. Khususnya yang dipakai saat pembelajaran daring," katanya.

Ia menambahkan sistem pembelajaran jarak jauh secara daring ini berlaku pada seluruh jenjang pendidikan baik dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) atau sederajat.
Baca juga: Pemerintah diminta siapkan pembelajaran efektif saat pandemi
Baca juga: Pemerintah diminta sederhanakan kurikulum dalam pembelajaran jarak jauh


 
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar