Dosen UMP jadi pembicara di Webinar Psikologi Kebencanaan

id webinar kebencanaan,psikologi ump,himpsi jateng

Dosen UMP jadi pembicara di Webinar Psikologi Kebencanaan

Webinar Psikologi Kebencanaan dengan tema "Peluang, Kontribusi, dan Tantangan" dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-61 Himpsi itu dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi "Zoom" dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube milik Himpsi Jateng, Minggu (12/7/2020). ANTARA/HO-UMP

Bencana adalah kejadian yang tidak bisa kita atur, bukan juga hal yang kita kehendaki.
Purwokerto (ANTARA) - Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo turut menjadi pembicara dalam Webinar Psikologi Kebencanaan yang diselenggarakan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).

Webinar Psikologi Kebencanaan dengan tema "Peluang, Kontribusi, dan Tantangan" dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-61 Himpsi itu dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi "Zoom" dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube milik Himpsi Jateng, Minggu (12/7).

Selain Ugung Dwi Ario Nugroho yang berkiprah Gugus Tugas COVID-19 Himpsi Jateng, ada juga sejumlah narasumber lain dari sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Malaysia Sarawak (Unimas), Universitas Malaysia Sabah (UMS), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Selain untuk memeringati HUT Ke-61 Himpsi Jateng, Webinar Psikologi Kebencanaan ini dilakukan untuk menyadarkan masyarakat khususnya anggota Himpsi tentang bencana-bencana yang ada di Indonesia.

Baca juga: IMM UMP bagikan 1.000 botol sabun cuci tangan dan paket sembako

"Bencana adalah kejadian yang tidak bisa kita atur, bukan juga hal yang kita kehendaki. Tapi sebagai seorang psikolog, kita harus memikirkan bagaimana dampaknya khususnya pada psikisnya. Adanya organisasi ini diharapkan dapat membantu banyak hal untuk negara Indonesia khususnya wilayah Jawa Tengah," kata Ketua Himpsi Jateng Ouys Alkharany, M.Psi, M.M.

Pembahasan pada webinar tersebut juga lebih mengerucut pada bencana atau pandemi yang sedang terjadi, yaitu COVID-19. 

"COVID-19 telah membuat setiap individu merasa resah dan depresi, dan itu tidak membedakan mana perempuan dan pria semua merasa hal yang sama. Itu mengapa psikologi bencana pada kali ini lebih general," kata psikolog dari Unimas Dr. Muhamad Sophian Nazzarudin Suyan Saidi. (bet)

Baca juga: PPKn UMP gelar webinar nasional "Kewarganegaraan dan Hukum"
Baca juga: Dosen UMP laksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar