Pengemudi ojol di Banyumas diharapkan makin kompak

id ojek online,dinhub banyumas

Pengemudi ojol di Banyumas diharapkan makin kompak

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie saat menyerahkan santunan kepada Mulyono di halaman Markas Polresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Agus Nur Hadie mengharapkan pengemudi ojek online (ojol) di wilayah itu makin kompak.

"Dinas Perhubungan yang mempunyai tugas dan fungsi pembinaan, sehingga dengan kegiatan di Polresta Banyumas ini, mudah-mudahan (pengemudi ojol) menjadi semakin kompak," katanya di Purwokerto, Selasa.

Agus mengatakan hal itu kepada ANTARA usai menghadiri penyerahan santunan kepada seorang pengemudi ojol, Mulyono (59) yang menjadi korban penipuan karena menerima tawaran untuk mengantar penumpang dari Terminal Bus Bulupitu, Purwokerto, ke Solo dengan iming-iming imbalan sebesar Rp700 ribu.

Baca juga: Pengemudi ojol korban penipuan di Banyumas terima santunan dari sejumlah pejabat (VIDEO)

Menurut dia, banyak modus penipuan yang dilakukan oleh sejumlah orang dengan korban pengemudi ojol, misalnya perampasan sepeda motor milik pengemudi ojol, penggunaan alamat palsu untuk memesan makanan melalui jasa ojol, dan terakhir kejadian yang dialami Mulyono.

"Dengan adanya perhatian kepada Pak Mul (Mulyono, red.), kemudian Pak Mul diantar oleh para pengemudi ojol, mudah-mudahan kekompakan pengemudi ojol makin baik," tegasnya.

Kendati demikian, dia mengakui jika hingga saat ini pihaknya belum bisa mengetahui secara pasti jumlah pengemudi ojol di Kabupaten Banyumas karena pihaknya kesulitan untuk memperoleh data tersebut mengingat jumlah pengemudi ojol terus bertambah.

"Jumlahnya terus bertambah, tapi tidak pernah update, setor kepada kami. Kalau ojek pangkalan itu update terus meskipun jumlahnya terus berkurang, dari sekian ribu, sekarang tinggal 290 ojek pangkalan yang ada di Kabupaten Banyumas. Ini menjadi tanggung jawab kami termasuk dalam rangka penanggulangan COVID-19," jelasnya.

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya telah menyosialisasikan masalah penanggulangan wabah COVID-19 kepada ojek pangkalan.

Sementara untuk ojol, lanjut dia, pihaknya sudah meminta kepada aplikator untuk ikut bertanggung jawab dalam penanggulangan COVID-19 khusus bagi para pengemudi yang menjadi mitranya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan Bupati Banyumas telah memerintahkan agar masyarakat yang bergelut di bidang ekonomi agar tetap menjalankan aktivitas meskipun dengan melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan penanggulangan COVID-19.

"Dengan demikian, ojol pun tetap bisa berjalan untuk membawa penumpang tetapi dengan syarat, protokol kesehatan itu dilakukan. Jadi, wajib menggunakan masker, pengemudi ojol pun harus berani menolak penumpang yang tidak menggunakan masker, juga menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Ini wajib dilaksanakan," katanya.

Seperti diwartakan, seorang pengemudi ojol asal Desa Srowot, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Mulyono (59) yang menjadi korban penipuan menerima santunan dari sejumlah pejabat.

Santunan yang diberikan di halaman Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Purwokerto, Selasa (7/4), diserahkan langsung oleh Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Whisnu Caraka, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Budhi Setiawan, dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie kepada Mulyono.

Kasus penipuan yang dialami Mulyono terjadi pada hari Sabtu (4/4) saat dia sedang menunggu penumpang di Terminal Bus Bulupitu, Purwokerto. Mulyono didatangi seseorang yang minta diantar ke Solo.

Awalnya, tawaran itu ditolak karena jarak Purwokerto-Solo sangat jauh namun akhirnya diterima Mulyono karena orang tersebut menjanjikan akan memberi imbalan sebesar Rp700 ribu sesampainya di Solo.

Akan tetapi, uang yang dijanjikan oleh orang tersebut tidak pernah diterima Mulyono karena setelah penumpangnya itu kabur di salah satu masjid Kota Solo setelah meminta waktu untuk melaksanakan shalat.

Baca juga: Polresta Banyumas gandeng komunitas ojol tekan kecelakaan lalu lintas
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar