Harga telur ayam di Solo turun

id Harga telur ,di Solo turun

Harga telur ayam di Solo turun

Seorang pedagang barang kebutuhan pokok saat melayani pembeli di Pasar Sidodadi Kleco Solo Jateng, Jumat (3/4/2020). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Solo (ANTARA) - Harga beberapa barang kebutuhan pokok seperti telur ayam di Pasar Tradisional Kota Solo, Jawa Tengah, mulai bergerak turun, sedangkan stok barang cukup di tengah wabah virus corona (COVID-19).

Berdasarkan pantauan harga di Pasar Tradisional Sidodadi Kleco Solo, Jumat, menyebutkan harga telur ayam rata-rata dijual Rp21.000 per kilogram atau turun dibanding hari sebelumnya Rp23.000 per kg.

Bahkan, komoditas sayuran terutama jenis bawang merah di Pasar Sidodadi Solo juga dijual turun dari Rp45.000 per kg kini hanya Rp40.000 per kg, sedangkan cabai, bawang merah, dan sayuran jenis lainnya stabil.

Menurut Taufik (35) salah satu pedagang sembako di Pasar Sidodadi Kleco Solo, turunnya harga telur tersebut baru Jumat pagi ini, sedangkan hari sebelumnya dijual hingga Rp23.000 per kg. Sehingga, harag telur turun sekitar Rp2.000 per kg.

Baca juga: Toko modern di Kudus mulai terapkan pembatasan pembelian bahan pokok

Menurut Taufik pasokan telur dari tingkat distributor maupun peternak ayam di tengah wabah COVID-19 di Solo lancar dan stok juga mencukupi kebutuhan. Pedagang berharap harga telur tetap stabil hingga memasuki bulan puasa mendatang.

Harga barang kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng dijual stabil Rp13.000 per kg, gula pasir Rp12.500 per kg, beras mulai Rp10.500 per kg hingga Rp12.500 per kg tergantung kualitasnya.

"Kondisi pembeli pada awal status Solo KLB mengalami penurunan hingga sekitar 30 persen, tetapi kini sudah bergerak meningkat. Masyarakat banyak keluar rumah untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari," katanya.

Sugiyem (51) pedagang lain di Pasar Sidodadi Solo mengatakan harga komoditas sayuran rata-rata stabil, kecuali bawang putih yang bergerak menurun karena pasokan cukup. harga bawang putih sebelumnya dijual Rp45.000 per kg kini menjadi Rp40.000 per kg.

Harga bawang merah ditawarkan stabil Rp40.000 per kg, begitu juga cabai rawit Rp40.000 per kg, cabai merah besar Rp20.000 per kg, wortel Rp10.000 per kg, kentang Rp14.000 per, kol Rp7.000 per kg dan tomat Rp8.000 per kg.

Kondisi pasar masih sedikit sepi, sedangkan pasokan sayuran ke pasar cukup lancar, sehingga persediaan masih aman.

Kusnarti (44) pedagang di Pasar Sidodadi Solo menjelaskan permintaan daging ayam menurun hingga 30 persen, hal ini, karena pada pelanggannya terutama pengusaha warung makan yang tutup karena kondisi Solo KLB COVID-19

Namun, kata dia, tidak memengaruhi harga daging ayam di pasar. Harga daging ayam di pasar tetap dijual stabil Rp32.000 per kg, sedangkan stok relatih cukup.

Harga daging sapi di pasar yang sama juga dijual Rp105.000 per kg untuk kualitas dua, sedangkan Rp110.000 per kg untuk kualitas satu, sedangkan daging kambing dijual Rp90.000 per kg, dan stok cukup.

Terpisah, Wakil Pimpinan Perum Bulog Cabang Surakarta Andes Masyri Hidayat mengatakan stok pangan terutama beras di Bulog Surakarta hingga kini mencapai 19.000 ton atau masih aman untuk mencukupi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.

"Bulog juga siap menyerap gabah hasil panen petani. Stok beras di wiilayah Surakarta hingga akhir 2020 aman. Kami sebelum wabah COVID-19 juga menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga selain beras, juga minyak goreng, tepung terigu, dan gula pasir." kata Andes. 

Baca juga: Stok kebutuhan pokok di Batang dipastikan aman
Baca juga: Wabah COVID-19, Mahfud MD: Pemerintah jamin kebutuhan bahan pokok


 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar