"Alumni Sedes Berbagi" bantu kebutuhan medis dua rumah sakit

id penyerahan bantuan APD

"Alumni Sedes Berbagi" bantu kebutuhan medis dua rumah sakit

Penyerahan bantuan kebutuhan medis dari Alumni Sedes Berbagi kepada Rumah Sakit Elisabeth Semarang. (ANTARA/Wisnu Adhi)

Semarang (ANTARA) - Lulusan SMA Sedes Sapientiae Semarang yang tergabung pada komunitas sosial Alumni Sedes Berbagi membantu beberapa kebutuhan tim medis untuk dua rumah sakit di Ibukota Provinsi Jawa Tengah dalam penanganan virus corona jenis baru (COVID-19).

Bantuan dengan jumlah total 130 dus yang terdiri dari beberapa jenis alat pelindung diri (APD) dan multivitamin tersebut diserahkan langsung ke Rumah Sakit Elisabeth dan Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum di Semarang, Kamis.

Ketua Koordinator Alumni Sedes Berbagi Teddy Agung Tirtayadi menjelaskan bahwa pihaknya tergerak untuk membantu tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19 sehingga menggalang donasi.

Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan pihak rumah sakit terkait dengan bantuan apa saja yang dibutuhkan tenaga medis saat ini.

"Kami akan terus membantu secara bertahap selama kebutuhan APD tenaga medis masih kurang," katanya.

Baca juga: 10 ribu APD didistribusikan ke 61 rumah sakit di Jateng

Dirinya mengaku sempat kesulitan dalam memperoleh APD kesehatan, selain stok terbatas juga harga yang melonjak.

Kepala Humas RS Panti Wilasa Citarum Suko Dwi Nugroho mengatakan bahwa kebutuhan yang paling mendesak saat ini bagi tim medis adalah APD karena sifatnya sekali pakai.

"Kebutuhan APD di IGD minimal 50 buah per hari, sedangkan ruang isolasi yang terdiri dari 15 kamar butuh APD untuk 30-40 petugas tiap hari sehingga satu hari butuh 100 APD," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Humas RS Elisabeth Probowati Tjondronegoro berterima kasih sekaligus terharu dengan berbagai bantuan yang diterima dari berbagai pihak, termasuk dari Alumni Sedes Berbagi.

"Masalah COVID-19 ini harus dihadapi bersama dan ternyata orang baik itu ada dimana-mana. Saat ini saya merasakan ada persatuan didalamnya, tanpa melihat latar belakang," katanya.

Baca juga: Dinkes Jateng ajukan penambahan puluhan ribu APD antisipasi kekurangan
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar