10 ribu APD didistribusikan ke 61 rumah sakit di Jateng

id ganjar pranowo APD,penanganan corona,virus corona,corona,covid 19,2019 ncov,novel coronavirus 2019

10 ribu APD didistribusikan ke 61 rumah sakit di Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan alat pelindung diri (APD) berupa pakaian dekontaminasi (hazardous materials) yang didistribusikan secara bertahap ke 61 rumah sakit. (ANTARA/HO/Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Sebanyak 10 ribu alat pelindung diri (APD) berupa pakaian dekontaminasi (hazardous materials) didistribusikan secara bertahap ke 61 rumah sakit di Provinsi Jawa Tengah, termasuk yang menjadi rujukan terkait dengan penanganan wabah virus corona jenis baru (COVID-19).

"Dari semalam sudah (mulai didistribusikan) karena semua daftar rumah sakit sudah ada. Daftarnya sesuai kebutuhan dan kapasitasnya, sekarang mulai diambil satu per satu, mudah-mudahan hari ini sudah bisa mengambil semua," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa.

Orang nomor satu di Jateng itu memastikan langsung proses distribusi APD tersebut di Wisma Perdamaian Semarang yang dijadikan gudang logistik dalam masa penanganan COVID-19.

Baca juga: Dinkes Jateng ajukan penambahan puluhan ribu APD antisipasi kekurangan
Baca juga: Sekitar 8 ton alat kesehatan dan APD dari Tiongkok tiba di Indonesia

Ganjar menjelaskan APD tersebut merupakan bantuan dan dikirim pemerintah pusat dari China, namun yang membuat Ganjar bangga adalah APD yang biasa disebut sebagai baju astronot tersebut diproduksi di Indonesia.

"Yang menarik, ini diambil dari China, ternyata ini 'made in Indonesia'. Ini sesuatu produk yang luar biasa, semoga ini jadi pembelajaran. Meskipun saya tidak bisa baca (bahasa Mandarin) ini, saya bisa membaca yang ini, 'made in Indonesia'," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar pun membuka pintu selebar-lebarnya jika ada pihak manapun yang hendak memberikan bantuan atau donasi, khususnya APD untuk tenaga medis di rumah sakit.

Baca juga: Pemprov Jateng berinovasi produksi APD bagi tenaga medis
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar