Sopir Grab dibunuh, tim gabungan dikerahkan buru pelaku

id sopir grab,sopir grab dibunuh,sopir grab asal kudus dibunuh di jepara

Sopir Grab dibunuh, tim gabungan dikerahkan buru pelaku

Jenazah korban saat tiba di rumah duka di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2020) malam. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Jepara (ANTARA) - Penyelidikan dugaan kasus pembunuhan sopir taksi daring Grab asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang ditemukan meninggal di saluran irigasi Serang Welahan Drain (SWD) Dua di Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, melibatkan tim gabungan.

"Selain dari Polres Jepara, juga melibatkan Polres Kudus dan Polda Jawa Tengah," kata Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto di Jepara, Jawa Tengah, Jumat.

Ia mengungkapkan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan guna mengungkap pelakunya.

Terkait dengan saksi yang dimintai keterangan, kata dia, untuk saat ini belum bisa dibuka ke publik demi mengungkap kasus tersebut secepatnya sebelum pelakunya melarikan diri lebih jauh.

Baca juga: Sopir Grab asal Kudus ditemukan tewas di saluran irigasi Jepara

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, warga Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara menemukan sesosok mayat di saluran irigasi Serang Welahan Drain (SWD) Dua di Desa Bugo, Kamis (6/2) pukul 06.10 WIB, dalam kondisi jasad korban diberi pemberat berupa batu bata.

Setelah melaporkan temuan tersebut, kemudian jajaran kepolisian setempat ke lokasi dan melakukan evakuasi.

Korban diketahui bernama Tri Ardiyanto warga Desa Gondang Manis, Kecamatan Bae, Kudus, yang merupakan sopir taksi daring Grab.

Dugaan menjadi korban pembunuhan, selain jasadnya diberi pemberat dengan diikatkan tali rafia, pada badan korban juga ditemukan sejumlah luka tusukan senjata tajam di bagian dada, tangan terdapat luka sayatan dan pelipis juga robek.

Sementara barang berharga milik korban, seperti telepon maupun dompet serta mobil Honda jazz tidak ditemukan di lokasi penemuan korban meninggal.

Sebelumnya, pihak keluarga melaporkan bahwa korban sejak tanggal 4 Februari 2020 yang bekerja sebagai sopir taksi daring belum pulang hingga dilaporkan ke Polres Kudus pada tanggal 5 Februari 2020.

Istri korban sempat melihat suaminya mengantarkan penumpang menuju Perumahan MVR di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, kemudian saat diantarkan ke tujuan lain istrinya juga melihat karena korban sempat membunyikan klakson mobil saat melintasi tempat usaha yang dikelola istrinya di dekat perempatan Jalan Universitas Muria Kudus pada Selasa (4/2) malam.

Berdasarkan keterangan satpam Perumahan MVR penumpang yang minta diantar korban ternyata hanya memutar sekitar kolam renang, kemudian keluar kompleks perumahan tersebut. 

Sementara City Leads Grab Kudus Adrian Guritno menyatakan sangat terpukul menerima kabar duka mengenai mitra pengemudinya di Jepara.

"Kami atas nama manajemen dan komunitas Grab menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga, kerabat, dan rekan yang ditinggalkan," katanya.

Dia mengatakan telah berkomunikasi dengan pihak keluarga dan menyampaikan komitmen untuk memberikan segala bentuk dukungan serta bantuan kepada kerabat mitra pengemudi.

"Saat ini investigasi oleh kepolisian masih berlangsung dan kami bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengungkapkan sejumlah fakta terkait  kejadian ini sebelum kami dapat memberikan informasi lebih lanjut," katanya.

Baca juga: Digugat Kopigrafi Purwokerto, Grab terkejut tapi menghormati
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar