Digugat Kopigrafi Purwokerto, Grab terkejut tapi menghormati

id Gugatan terhadap grab, kedai kopigrafi purwokerto

Digugat Kopigrafi Purwokerto, Grab terkejut tapi menghormati

Widhiantoro (kiri) dan kuasa hukumnya, Djoko Susanto, menunjukkan tampilan layar toko fiktif "Kopigrafi" pada aplikasi Grab Food yang berisi menu makanan olahan berbahan daging babi dan hal itu berbeda dengan akun asli milik "Kopigrafi" di aplikasi perusahaan lain. ANTARA/dok. pribadi/Djoko Susanto

Purwokerto (ANTARA) - Manajemen PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) menghormati keputusan pemilik kedai Kopigrafi Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang menempuh jalur hukum terkait dengan adanya akun toko fiktif di aplikasi GrabFood yang mengatasnamakan kedai tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima wartawan di Purwokerto, Selasa, Head of Marketing GrabFood Indonesia Hadi Surya Koe mengakui Grab telah menerima laporan dari pihak kedai Kopigrafi di Purwokerto terkait dengan kesalahan menu yang ditampilkan di layanan GrabFood pada bulan Juli 2019.

Oleh karena itu, kata dia, pihak Grab segera menindaklanjuti laporan dengan menjalin komunikasi langsung dengan pihak kedai untuk menurunkan seluruh materi terkait dengan Kopigrafi dari GrabFood.

Baca juga: Grab digugat pemilik kedai kopi di Purwokerto karena akun fiktif

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah terkait dengan somasi yang diajukan pihak kedai Kopigrafi, termasuk bertemu langsung dengan pemilik kedai Kopigrafi untuk meminta maaf dan memberikan tanggapan tertulis atas somasi, termasuk menjelaskan kesalahan dari pihak Grab.

"Pemintaan maaf telah diterima dengan baik oleh pemilik kedai Kopigrafi," katanya.

Akan tetapi, kata dia, pihaknya sangat terkejut dengan adanya informasi gugatan yang diajukan kedai Kopigrafi ke Pengadilan Negeri Purwokerto.

Grab menghormati keputusan pemilik kedai untuk menempuh jalur hukum serta proses hukum yang akan berlangsung.

Saat ini pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait dengan gugatan tersebut karena baru memperoleh informasi adanya gugatan kepada pihak Grab melalui media massa.

"Sampai saat ini kami belum menerima relaas (panggilan dari pengadilan) maupun salinan gugatan yang diajukan kedai Kopigrafi," katanya.

Hadi mengatakan bahwa pihaknya senantiasa berupaya menjaga kualitas layanan dan terus meningkatkan aspek kepercayaan dan keamanan terkait dengan hubungan Grab dengan para pengguna layanan GrabFood, baik mitra pengemudi, merchant, maupun pelanggan secara menyeluruh, mulai dari operasional, pengembangan usaha, hingga dukungan teknologi.

"Kami berupaya agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari dan akan meningkatkan pengawasan kami terhadap setiap informasi yang ditayangkan dalam aplikasi kami," katanya.

Baca juga: Tarif lebih murah, ratusan pengemudi Gojek dan Grab geruduk Kantor Maxim

Seperti diwartakan, pemilik kedai Kopigrafi Purwokerto Widhiantoro menggugat PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) karena merasa dirugikan dengan adanya akun toko fiktif pada aplikasi Grab Food dengan menggunakan nama tempat usahanya itu.

Gugatan yang telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Purwokerto dengan nomor registrasi: 86/Pdt.G/2019/PN Pwt tertanggal 27 Desember 2019 tersebut berkaitan dengan adanya akun toko fiktif di aplikasi GrabFood menggunakan nama Kopigrafi namun menu yang ditawarkan tidak sesuai dengan kenyataan, tetapi menawarkan masakan atau olahan daging babi.

Widhiantoro selama ini tidak bermitra dengan GrabFood dan hanya bekerja sama dengan satu perusahaan lain yang menyediakan layanan serupa. 

Baca juga: "Driver" Grab D.I. Yogyakarta mogok makan

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar