Atasi kemacetan, Pemprov Jateng didorong kembangkan transportasi massal

id transportasi,transportasi massal,pemprov jateng

Atasi kemacetan, Pemprov Jateng didorong kembangkan transportasi massal

Ilustrasi. Seorang petugas mengatur parkir bus Batik Solo Trans yang baru diluncurkan di Solo, Rabu (1/9). Batik Solo Trans merukanan transportasi massal yang menyasar kelas menengah, dengan fokus memberikan layanan angkutan yang nyaman dan aman kepada masyarakat FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Semarang (ANTARA) - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah terus mendorong pemerintah provinsi setempat agar mengembangkan transportasi massal bagi  masyarakat.

"Pengadaan transportasi massal bagi masyarakat di Jateng menjadi hal yang harus dipenuhi pemerintah, terutama dalam upaya mengatasi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar," kata Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Alwin Basri di Semarang, Selasa.

Ia mengakui jika selama ini Pemprov Jateng sudah berupaya menyediakan transportasi massal bagi masyarakat, salah satunya adalah transportasi algomerasi Trans Jateng yang menghubungkan kota-kota dengan mobiltas masyarakat cukup tinggi.

Baca juga: Ganjar dukung LRT di Jateng

Namun, lanjut Alwin, pengadaan transportasi massal yang disediakan pemerintah masih belum maksimal sehingga pihaknya akan terus mendorong Pemprov Jateng dalam hal penyediaan transportasi massal bagi masyarakat di provinsi ini.

"Kalau transportasi massal ya harus kita dorong karena terus terang sekarang zamannya transportasi massal. Terus terang untuk mengurangi pemakaian bahan bakar, dan kedua mengurangi kesemrawutan lalu lintas. Kita kan punya aglomerasi Trans Jateng yang dari Ambarawa ke Semarang, terus juga ada yang dari Kendal kita hidupkan, juga ada yang di Sragen. Yang jelas, menghidupkan transportasi masal ke pusat-pusat pariwisata," ujarnya.

Menurut dia, ketersediaan moda transportasi yang mudah, murah dan aman bagi masyarakat menjadi kewajiban pemerintah agar mampu menggerakkan roda perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Lebih lanjut politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan upaya mengurangi transportasi massal juga harus terus dikembangkan ke sejumlah wilayah di Jateng, termasuk ke wilayah pantura bagian timur hingga ke perbatasan Jawa Timur.

"Wilayah timur ke Rembang  belum tersedia transportasi massal sehingga Rembang dan sekitarnya tidak terjangkau adanya transportasi massal, tapi tahun depan sudah kita bersyukur, kalau pemerintah pusat akan mereaktivasi jalur kereta api hingga ke Rembang," katanya.

Baca juga: Jateng komitmen kembangkan transportasi massal berbahan bakar gas
Baca juga: Pemkab Kudus kaji moda transportasi massal BRT
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar