Potret keluarga dan konflik dalam film NKCTHI

id film NKCTHI, konflik dan keluarga

Potret keluarga dan konflik dalam film NKCTHI

Kiri ke kanan: Angga Dwimas Sasongko, Agla Artalidia, Rachel Amanda, dan Ardhito Pramono. Dok. Maharani SAA

Semarang (ANTARA) - Awal tahun 2020, gedung-gedung bioskop Indonesia bakal menayangkan film yang layak ditonton keluarga.

Bila Anda bersama keluarga ingin menghabiskan akhir dari libur panjang musim ini, film "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" (NKCTHI) yang bakal diputar serentak mulai 2 Januari 2020, bisa menjadi pilihan bijak.

Dari dialog dan adegan-adegan visualnya yang mengalir, film ini bukan sekadar tontonan. Sinema ini juga menawarkan perenungan atas potret kompleksitas kehidupan termasuk dalam sebuah keluarga.

Film produksi ke-13 Visenema Pictures ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Rio Dewanto, Sheila Dara Aisha, Donny Damara, Susan Bachtiar, Chicco Jerikho, Sivia Azizah, Umay Shahab, serta musikus Ardhito Pramono. 

Film ini diangkat dari buku karya Marcella FP,  yang versi aslinya berisi pesan-pesan bijak. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan yang mencerminkan pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik. 

Pesan dalam buku tersebut diracik hingga menjadi sebuah cerita mengenai sebuah keluarga yang menyimpan rahasia. 

Cerita yang cukup dekat dengan keluarga Indonesia karena karakter yang dihadirkan mewakili sudut pandang dari setiap keluarga mulai dari orang tua, anak sulung, anak tengah, hingga anak bungsu.

Film tersebut memperlihatkan cerita tentang tiga kakak beradik Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara Aisha), Awan (Rachel Amanda) dari sudut pandang dan linimasa yang berbeda. 
 
Meet and Greet dengan pemain film NKCTHI di Mal Ciputra pada 25 Desember 2019 (Maharani SAA)

Adegan dengan alur campuran memperlihatkan perubahan yang terjadi dalam keluarga mereka. Secara keseluruhan, Rio, Sheila, dan Rachel mampu menjalankan peran yang dimainkan. 

Awan yang mengalami kegagalan besar pertama dalam hidupnya bertemu dengan Kale, sosok laki-laki yang memberikan Awan kehidupan baru tentang patah, tumbuh, hilang, berganti, jatuh, dan ketakutan. Ketakutan manusia pada umumnya. 

Perubahan sikap Awan mendapatkan tekanan dari keluarganya sehingga terjadi pemberontakan antara keluarga tersebut yang menyebabkan trauma dan rahasia dalam keluarga mereka terungkap. 

"Setelah15 tahun saya berkarya, ini merupakan film keluarga pertama. Sebelumnya, saya nggak pernah bikin film keluarga," kata Angga Dwimas Sasongko, sutradara NKCTHI usai gala premiere di XXI Mal Ciputra Semarang, Rabu (25/12). 

Menurut Angga, NKCTHI ini merupakan film keluarga yang cukup dalam, karena tidak hanya berbicara soal keluarga, tapi manusia seutuhnya. Tentang peran, rasa sakit, trauma, luka, dan yang lain.

Dalam film tersebut, Angga kembali berduet dengan produser Anggia Karisma, sang istri yang sudah beberapa kali menjadi produser dalam karya Visenema Pictures. 

Skenario film NKCTHI digarap oleh Angga bersama Jenny Jusuf dan Melarissa Syarief. Angga juga menjadi produser eksekutif bersama Ajeng Prameswari, Winston Utomo, William Utomo, Kusumo Martanto, dan Michael Y Chow. (Maharani SAA)
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar