Kenaikan harga jeruk picu inflasi di Jateng

id Bps jateng,Inflasi

Kenaikan harga jeruk picu inflasi di Jateng

Ilustrasi - Petani menggiling padi hasil panen di Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (18/3/2019). ANTARA/Muhammad Ihsan

Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat kenaikan harga buah jeruk menjadi salah satu pemicu inflasi di wilayahnya pada November 2019 yang mencapai 0,20 persen.

Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono di Semarang, Jateng, Senin, mengatakan kelompok bahan makanan memberi kontribusi terbesar inflasi pada November.

Inflasi pada November 2019 tersebut lebih tinggi dibandingkan Oktober 2019 yang mencapai 0,01 persen.

Baca juga: Kendalikan inflasi akhir tahun, BI Surakarta soroti sejumlah komoditas

Secara keseluruhan, ia menyebut kenaikan harga terjadi pada bawang merah, telur ayam, daging ayam, jeruk, gula pasir, beras, dan rokok.

Sementara, jika dilihat di enam daerah Jawa Tengah yang menjadi daerah survei biaya hidup, maka inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kudus yang mencapai 0,24 persen.

Adapun inflasi terendah terjadi di Purwokerto yang mencapai 0,15 persen.

Sentot tidak bisa memperkirakan terjadi inflasi atau deflasi pada Desember 2019.

Meski demikian, kata dia, jika dilihat dari tren tahun-tahun sebelumnya, maka biasanya terjadi  inflasi.

Menurut dia, salah satu pemicu inflasi tersebut adalah kebutuhan transportasi pada akhir tahun.

Baca juga: TPID diimbau antisipasi inflasi jelang akhir tahun
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar