Pantai Tapangdengklok Cilacap ditanami bibit ketapang dan cemara

id penanaman bibit pohon,pantai tapangdengklok

Pantai Tapangdengklok Cilacap ditanami bibit ketapang dan cemara

Anggota KSR saat mengikuti kegiatan penanaman bibit pohon yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan PMI Kabupaten Cilacap di Pantai Tapangdengklok, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Jumat (8/11/2019). ANTARA/HO-DLH Cilacap

Cilacap (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat melaksanakan kegiatan penanaman 160 bibit pohon ketapang laut dan cemara laut di Pantai Tapangdengklok untuk mendukung upaya mitigasi abrasi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Tapangdengklok, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jumat, melibatkan 20 peserta yang terdiri atas anggota Korps Suka Rela (KSR) dan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat).

"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap tanggal 5 November. Maksud dan tujuan dari kegiatan penanaman bibit pohon ketapang laut dan cemara laut ini adalah untuk mendukung upaya mitigasi abrasi pantai, banjir rob, ombak tsunami, serta mengurangi polusi udara atau sebagai upaya perlindungan lapisan ozon," kata Kepala DLH Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri.

Baca juga: 77 persen kawasan pesisir pantai Jateng rusak, Belanda siap bantu

Selain fungsi ekologis, kata dia, dengan kegiatan penanaman bibit pohon ketapang laut dan cemara laut tersebut diharapkan dapat menciptakan tempat wisata baru yang tentunya atas seizin pemilik tanah pantai, yakni TNI Angkatan Darat.

Ia mengatakan ketapang laut dan cemara laut merupakan tanaman yang dapat tumbuh di pesisir serta digunakan sebagai tanaman rehabilitasi lahan dan konservasi tanah berpasir.

"Tanaman ini dapat menahan angin kencang, hempasan ombak laut, dan terpaan pasir di sekitar pantai. Selain itu, tanaman ini juga menjadi habitat bagi satwa-satwa tertentu," jelasnya.

Menurut dia, satwa atau binatang-binatang tersebut sangat peka terhadap tanda-tanda alam, salah satunya adalah tsunami.

Dengan memahami perilaku satwa-satwa tersebut, kata dia, manusia dapat memprediksi datangnya bencana tsunami.

"Selain manfaat tersebut, penanaman bibit pohon juga akan menjadikan suasana pantai yang rimbun dan sejuk, juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata alam," katanya.

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan secara kelembagaan, di Kelurahan Tegalkamulyan terdapat dua kelompok masyarakat yang aktif, yakni KSR dan Sibat.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya bersama dengan PMI Kabupaten Ciacap melibatkan anggota KSR dan Sibat dalam kegiatan penanaman bibit pohon ketapang laut dan cemara laut di Pantai Tapangdengklok. 

Baca juga: Mahasiswa tanam 6.500 mangrove di Pantai Pohijo
Baca juga: Pantai Kartika Jaya Kendal ditanami puluhan ribu bibit bakau dan cemara laut
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar