Aman, alokasi pupuk bersubsidi Kudus bertambah 1.000 ton

id kudus peroleh tambahan, alokasi, pupuk bersubsidi

Aman, alokasi pupuk bersubsidi Kudus bertambah 1.000 ton

Ilustrasi - Seorang petani di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menaburkan pupuk ke tanaman padi. ANTARA / Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan pupuk bersubsidi saat petani mulai mengawali musim tanam pertama cukup tersedia karena Kudus mendapat tambahan alokasi pupuk urea sebanyak 1.000 ton.

"Awalnya, alokasi pupuk urea yang diterima Kudus sebanyak 7.093 ton. Akan tetapi, ada tambahan alokasi sebanyak 1.000 ton tentu semakin memberikan jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kudus pada awal MT pertama," kata anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Abdullah Muttaqin di Kudus, Rabu.

Penambahan alokasi pupuk bersubsidi tersebut, kata dia, sesuai dengan surat keputusan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kudus tentang Realokasi Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Kudus tahun 2016.

Baca juga: Bertambah, kuota pupuk bersubsidi di Boyolali 2019 aman

Untuk alokasi pupuk jenis lainnya, seperti SP36, ZA, dan organik masih tetap sama, sedangkan ada pengurangan untuk pupuk NPK.

Alokasi pupuk SP36 sebanyak 1.550 ton, ZA sebanyak 3.523 ton, dan organik sebanyak 2.300 ton.

"Khusus untuk pupuk NPK awalnya mendapatkan alokasi 6.443 ton, kemudian berkurang menjadi 6.350 ton," ujarnya.

Dengan ketersediaan pupuk saat ini, kata dia, petani tidak perlu khawatir dengan ketersediaan pupuk bersubsidi karena alokasinya saat ini tersedia cukup banyak.

Baca juga: Stok pupuk bersubsidi di Purbalingga mencukupi

Ia mengatakan alokasi pupuk yang diterima sebelumnya disesuaikan dengan kebutuhan petani.

"Usulan alokasi pupuk bersubsidi juga sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani di Kabupaten Kudus," ujarnya.

Dalam rangka mengantisipasi kelangkaan pupuk karena dugaan penjualan pupuk bersubsidi ke daerah lain, pengecer dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) membentuk grup whatsapp sehingga setiap ada penambahan alokasi pupuk bisa diketahui anggota grup.

Baca juga: Petrokimia Gresik minta TNI dan Polri ikut awasi distribusi pupuk bersubsidi
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar