GP Ansor apresiasi komitmen Undip lakukan deradikalisasi

id ansor jateng,yos johan utama,undip,radikalisme,sholahuddin aly

GP Ansor apresiasi komitmen Undip lakukan deradikalisasi

Rektor Universitas Diponegoro Semarang Prof Yos Johan Utama (Foto: Dok UPT Humas Undip) (Foto: Dok UPT Humas Undip/)

Semarang (ANTARA) - Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mengapresiasi komitmen Universitas Diponegoro Semarang dalam melakukan deradikalisasi kampus dan kalangan mahasiswa dari paham-paham radikal yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami berikan dukungan penuh pada Undip yang terus berupaya menghilangkan pengaruh-pengaruh paham radikal di kampus yang sangat membahayakan keutuhan NKRI," kata Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly (Gus Sholah) di Semarang, Jumat.

Gus Sholah menyebutkan bahwa berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), masuknya paham radikal ke kampus dan kalangan mahasiswa, diduga karena adanya infiltrasi yang dilakukan oleh pengajar atau staf pengajar di lingkungan perguruan tinggi.

Menurut dia, langkah yang dilakukan oleh Undip sudah sangat cepat dan taktis dalam menghalau berkembangnya paham radikal di lingkungan pendidikan.

Baca juga: Akhmad Muqowam tengarai kampus jadi pintuk masuk paham radikalisme

Gus Sholah menegaskan Ansor Jateng siap berkoordinasi dan bersinergi dengan semua kalangan untuk menjaga NKRI dari rongrongan berbagai paham radikal.

"Jika dibutuhkan, kami siap menerjunkan kader Ansor untuk membantu memantapkan pemahaman keagamaan pada mahasiswa di lingkungan kampus," ujarnya.

Dukungan tersebut telah disampaikan Gus Sholah saat bersilaturahmi dengan Rektor Undip Profesor Yos Johan Utama yang menyambut baik.

"Kami berkomitmen untuk menciptakan Undip menjadi kampus religius dan nasionalis, bebas dari paham radikal," kata Yos Johan Utama saat dikonfirmasi terpisah.

Saat ini, pihaknya juga telah membentuk Tim Antiradikalisme Undip sebagai salah satu komitmen untuk menciptakan suasana pendidikan bebas radikalisme.

Baca juga: Hindari paham radikal, FKUB Pekalongan minta tambahaan penyuluh non-Islam
Baca juga: Kapolda: Radikalisme rentan serang kaum muda
Baca juga: 1.500 situs dan medsos konten radikalisme-terorisme diblokir
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar