Jelang HUT RI, perajin bendera di Solo banjir pesanan

id Perajin bendera,di Solo 17 san kebanjiran pesanan

Jelang HUT RI, perajin bendera di Solo banjir pesanan

seorang perajin bendera merah putih saat proses produksi di Jalan Dr. Rajiman 652 Kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan Kota Solo, Jateng, Kamis. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Perajin bendera merah putih dan umbul-umbul di Jalan Dr Rajiman 652 Kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan Kota Solo, Jawa Tengah, menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia kebanjiran pesanan.

Seorang perajin bendera "Nugroho", Nurhadi (64), di Jalan Dr Rajiman 562 Solo, Kamis, mengatakan pesanan Bendera Merah Putih dan umbul-umbul naik, sehingga produksinya rata-rata mencapai 150 potong per hari atau mengalami kenaikan sekitar 50 persen dibanding sebelumnya.

Menurut Nurhadi, kegiatan perayaan HUT RI pada 17 Agustus merupakan momen terbaik untuk memproduksi Bendera Merah Putih dan umbul-umbul untuk hiasan di kampung .

Nurhardi menggeluti bisnis pembuatan bendera dan umbul-umbul sejak 20 tahun yang lalu hingga sekarang. Hasilnya cukup lumayan karena momen HUT RI ini, banyak datang pesanan dari berbagai daerah.

"Bendera Merah Putih dan umbul-umbul mencapai lebih dari 5.000 potong per bulan. Pesanan datang dari Wonogiri, Klaten, Boyolali, Karanganyar, dan termasuk Solo," katanya.

Bahkan bendera dan umbul-umbul produksinya pesanan juga datang dari luar wilayah Solo Raya seperti Salatiga dan Semarang melalui media daring.

Baca juga: Cucu mantan kapolri akan kibarkan Sang Saka di Istana

Dia mengatakan soal harga bervariasi tergantung ukurannya, jika yang pesanan besar yakni 120 x 180 cm bisa dijual Rp65.000 per potong, ukuran kecil 60 x 90 cm hanya Rp15.000 per potong, untuk umbul-umbul bisa hanya ditawarkan Rp35.000 per potong.

"Kami membuat bendera juga melayani sesuai permintaan pemesan, dan harga bisa menyesuaikan ukuran," katanya.

Menyinggung soal bahan baku kain, kata dia, mudah dicari dan tidak ada kendala di Solo dengan jenis peles, karena daerah ini salah satu sentra produksi tekstil di Jawa Tengah. Bahan kain jenis peles banyak dijumpai di pasar-pasar kain seperti Klewer dan Beteng Trade Center.

"Saya dibantu tiga orang tenaga kerja atau penjahit rata-rata mampu memproduksi hingga 95 potong per hari. Saya mulai produksi sudah sejak awal Juni hingga sekarang untuk melayani pesanan pelanggannya," katanya.

Menurut dia, kerajinan bendera dan umbul-umbul produksinya sudah laku lebih dari 15.000 potong selama tiga bulan terakhir ini. Untuk kualitas bendera, kata dia, lebih halus, variatif, dan harga terjangkau, sehingga banyak pelanggan yang merasa puas.

Baca juga: Siswi berjilbab anggota Paskibraka bisa kenakan celana panjang
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar